Komunitas Remaja Sahabat Qur’anic (SAQU) Probolinggo Gelar Meet UP SAQU #20

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Probolinggo- Komunitas Remaja Muslimah Probolinggo, Sahabat Qur’anic yang lebih populer dengan sebutan SAQU, menggelar Meet UP SAQU #20 dengan tema “Wanita Berkarir Surga” di Rumah Inspirasi Perubahan kota Probolinggo. Ahad, (1/12/2019).

Dalam acara Meet UP yang dimoderatori oleh Ukhti Melli itu hadir Ustadzah Rini Darwati S.P sebagai pemberi materi. Acara diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Ukhti Fifi, pada Meet Up kali ini ada yang berbeda yaitu peserta di haruskan membawa tumbler dari rumah masing-masing, guna menggencarkan less waste atau “pengurangan sampah” di bumi. Dan panitia menyediakan air mineral dalam galon untuk mengisi ulang Tumbler perserta, dalam kesempatan Meet UP SAQU tersebut, Ukhti Melli menyampaikan “padahal dalam menuntut ilmu kita telah di beri banyak kemudahan, tapi seberapa sering kita meremehkan hal kecil yang teryata memberi efek besar bagi kehidupan? Ya seperti sampah ini”.

Dan dalam kesempatan meet UP SAQU tersebut, Ustadzah Rini menyampaikan betapa banyak wanita di era kapitalis saat ini hanya mengira karir itu yang menghasilkan uang, bahkan mereka rela tidak bisa memasak dari pada tidak bisa bekerja, dalam benak mereka kebahagiaan hanya karena materi saja, beliau memaparkan pula sejarah perempuan dari dari zaman ke zaman, betapa tidak mulianya perempuan saat Islam belum hadir di muka bumi, yang dari situlah kemudian muncul istilah “feminisme” penuntutan kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Padahal sejak Islam datang betapa dimuliakannya wanita, dijaga melalui syariat Allah yang setiap individu beriman harus menaati nya. Namun mereka para pejuang feminisme justru mengatakan hal itu adalah pengekangan terhadap wanita, “lantas dengan segudang syariat allah terhadap wanita, apakah kita di larang berkarir? Dan apakah karir kita tidak bisa membawa ke syurga?” tanya Ustadzah Rini.

Kemudian Ustadzah Rini menjawab “wanita boleh berkarir, dan tergantung karir seperti apa yang dapat mengantarkan ke surga, jika bertentangan dengan syariat nya, jelas salah”. Selain itu, lanjut Ustadzah Rini memaparkan pula betapa tidak ruginya ketika kita hanya mengejar karir di dunia sedangkan kita lupa akan kehidupan akhirat. Bahkan ada sebuah hadits yang mengatakan,”dunia ibarat jari telunjuk yang celupkan ke lautan luar kemudian di angkat, tetesan air laut lah dunia”, “kita muslimah yang sudah sepatutnya menjadi kan surga sebagai visi misi hidup kita. Lantas masihkah kita mengejar dunia yang kenikmatan nya hanya setetes wahai ukhtifillah? Sedang surga kenikmatan nya seluas lautan dan ia khoolidina fiiha abada, kekal di dalam nya“.

Selanjutnya Ustadzah Rini mengajak peserta untuk mengazzam kan diri menjadi wanita berkarir surga “bismillah tancap kan pada otak kita bersama sama kita menjadi wanita berkarir surga”. ujar ustadzah rini.

Meet UP SAQU #20 selanjutnya ice breaking yang di pandu oleh Ukhti Arin dan Ukhti Riyani kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Ukhti Diah. [] Rep: Arina Hikmatul Husna

Photo Agenda:

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *