Warning! Remaja Kudu Peka

Oleh: Pebriani (Santriwati Ma’had Darul Bayan Sumedang)

Guys, tak terasa kita sekarang sudah memasuki bulan ke 3 di tahun 2020. Ngomong-ngomong gimana nih perasaan kalian dalam menjalani 3 bulan di tahun ini? Ga tau sedih, seneng, atau biasa-biasa aja. Yah, pokoknya apapun perasaan kalian di bulan-bulan kemarin jangan sampai mengurangi produktivitas hidup kalian dan menyibukkan kalian dengan urusan pribadi yang bikin jiwa sosial kita berkurang. Karena sejatinya kita itu tetap makhluk sosial yang kudu alias butuh interaksi dengan orang lain. Bahkan nih, sebagai umat muslim kita diingatkan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadist yang artinya: “Siapa saja yang bangun di pagi hari, sementara perhatiannya lebih banyak tertuju pada kepentingan dunia, maka ia tidak berurusan dengan Allah. Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaun muslim, maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslim). (HR. Al-Hakim dan Al-Kharib dari Hudzaifah r.a)

Jlebb plus hopeless banget ya guys, Rasul yang selama ini kita cinta, rindukan, sholawat kepadanya, eh ternyata gegara kitanya individualistis alias ga peka terhadap urusan umat, kita ga dianggap umat beliau deh di dunia dan akhirat.
Kenapa sih kida kudu peka? Karena kita udah terbius oleh kehidupan semu di dunia Maya, yang membuat kita seolah-olah sudah berinteraksi dengan banyak orang tapi nyatanya kita ga peduli sama orang-orang di dunia nyata. Sampe nyokap, bokap kita mungkin sempat geram akibat ulah kita yang mulai acuh dan ga peka terhadap mereka.

Kalian sadar ga? Bahwa kalian itu pasti butuh kepekaan orang-orang di dunia nyata. Begitu pula dunia pun butuh kepekaan dari kita.

Dear milenials, buka mata, buka telinga dan buka hati kita. Lihatlah, rasakanlah, dengarkanlah ratusan, jutaan bahkan miliaran manusia meminta bantuan kita, begitu berat ujian dan cobaan yang mereka hadapi, mulai dari kancah nasional seperti kemiskinan, kelaparan, bullying, kekerasan hingga bencana alam. Hingga kancah internasional, seperti pembantaian kaum muslim di India, mulim Rohingya di Myanmar, muslim Uighur di China, Palestina dan Suriah.

Selain manusia, kini alam semesta pun mulai hancur karena ulah manusia-manusia yang rakus serta tidak bertanggung jawab.

Terus, gimana dong cara aksi tanggap kita untuk menanggulangi semua itu? Apakah remaja seperti kita bisa menangani semua itu? Stop.. Jangan pesimis gitu dong, kita masih muda, masih kuat, otak pun masih fresh untuk berpikir. Maka dari itu, coba yuk beberapa tips di bawah ini agar kita semakin menjadi remaja yang peka dan menjadi pelopor kebangkitan umat:

1. Jadilah pengembang keilmuan, dengan belajar sungguh-sungguh sampai kita faham dan bisa membuahkan pemikiran tentang solusi islam bagi setiap masalah yang terjadi.

2. jadilah pengemban opini. Dengan mendakwahkan solusi Islam sampai bisa mewujudkan masyarakat yang satu visi dan satu misi.

3. Ikut serta dengan gerakan jamaah islam perubahan peradaban. Karena kita butuh sistem yang turut peduli dan membantu masyarakat secara menyeluruh dengan melanjutkan kehidupan islam lagi.

Itu lah beberapa tips agar kita tidak menjadi remaja yang cuek terhadap urusan umat. Semoga dengan menjalankan beberapa tips tersebut, kita menjadi semakin peka dan ikut memikirkan kondisi umat islam di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *