Wakafnya Yes Syariatnya No

Oleh Ai Hamzah

 

Negeri ini mayoritas penduduknya muslim. Sebagai seorang muslim sudah tentu akan melaksanakan ritual ibadah yang sudah diperintahkan oleh Allah. Termasuk tentang wakaf ini, yang sangat luar biasa keutamaan nya. Sudah dipastikan sebagai umat muslim yang taat sangat berkeinginan untuk mewakafkan hartanya.

Akan dikerahkan harta dan tenaganya ketika mengetahui keutamaan wakaf. Sehingga tidak sedikit umat muslim yang membangun mesjid atau menyerahkan tanahnya untuk dibangunkan tempat ibadah ataupun lembaga pendidikan, membuat sumur, memberikan Al Qur’an dan lain-lain, agar kelak hartanya itu mengalir terus pahalanya.

Wakafpun kini dijadikan target untuk pemasukan Negera. Dimana penguasa sedang gencar membuka wakaf tunai dengan dalih untuk pembangunan infrastruktur. Target wakaf tunai ini memang sangatlah tepat, karena umat akan sangat mudah tergerak ketika disentuh rasa keimanannya.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebutkan potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 Triliun per tahun. Angka ini tentu saja menjadikan wakaf uang menjadi salah satu jenis wakaf yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia. Republika.co.id

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan wakaf dana tunai yang telah terkumpul dan dititipkan di perbankan nasional jumlahnya mencapai Rp 328 miliar per 20 Desember 2020. “Adapun dana proyek Project Based wakaf pada periode tersebut mencapai Rp 597 miliar,” kata Sri Mulyani, dalam peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah oleh Presiden RI, Senin ini (25/1/2021). CNBC Indonesia

Indonesia menjadi negara nomor 1 paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index 2018. Hal ini terlihat dari luas tanah wakaf hingga potensi wakaf di Indonesia. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan, luas tanah wakaf di Indonesia mencapai 522.517 meter persegi yang terdiri dari 390.241 titik. KOMPAS.com

Angka yang sangat fantastis, dan sangat menggiurkan bukan? Sehingga urusan wakaf ini terus dikerahkan, agar umat tertarik dan menyimpan wakafnya.

Tapi tahukah bahwa wakaf ini adalah ajaran Islam? Syariat yang telah dibawa oleh Rosulullah SAW.

Wakaf adalah menahan barang yang dimiliki, tidak untuk dimiliki barangnya, tetapi untuk dimanfaatkan hasilnya untuk kepentingan orang lain. Allah SWT telah berfirman:

 

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali-‘Imran: 92)

Dari Abu  Hurairah RA, bahwasannya Nabi SAW bersabda, “Apabila anak Adam (manusia)telah meninggal dunia, maka terputuslah semua amal perbuatannya kecuali tiga perkara, yaitu sadaqah jariah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan untuknya” (HR Muslim)

Wakaf adalah ajaran Islam yang mulia, sebagaimana ajaran Islam yang lainnnya. Oleh karena itulah Islam disebut agama yang sempurna dan menyeluruh. Dimana Islam tidak hanya mengatur masalah ibadah saja, tetapi mengatur pula hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan hubungan manusia dengan sesama.

Wallahu A’laam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *