Wajib Mencontoh Negara Rasulullah

Oleh : Peni Sartika (Muslimah Palembang)

Sebagai umat Nabi Muhammmad sudah wajib bagi kita untuk meniru perbuatan beliau yang di benarkan dalam syariat islam yang masih berlaku sampai hari in seperti mencontoh beiiau yang berhasil membangun Negara Islam pertama di Madinah yang harus kita akui dan kita ikuti bahkan semestapun menjadi saksi betapa islam telah menebar rahmat bagi seluruh alam kedamaian di setiap jengkal bumi cahaya di setiap kegelapan.
Pernyataan pak Menkopohukam yang mengatakan haram mencontoh negara Rasul ini bukti betapa jeleknya pemahaman agama yang di milikinya.

Pak Mahfud juga menjelaskan agama melarang untuk mendirikan negara seperti yang didirikan nabi. Sebab, negara yang didirikan nabi merupakan teokrasi di mana Nabi memiliki tiga kekuasaan sekaligus yaitu legislatif, yudikatif, dan eksekutif. ilmu macam apakah ini pak?betapa recehnya pernyataan Pak Mahmud yang bathil tidak memiliki landasan dalil syarie.

mereka lupa atau tidak mengetahui bahwa Demokrasi dan khilafah itu tidaklah sama di dalam pemerintahan islam penguasa mencakup empat orang, yaitu Khalifah, Muawin Tafwidl, Wali dan Amil. Selain mereka, tidak tergolong sebagai penguasa, melainkan hanya pegawai pemerintah.

Khalifah mewakili dalam kekuasaan dan pelaksanaan syara seperti khalifah abu bakar menggantikan Rasulullah sebagai khalifah untuk mempertahankan Negara islam yang kita kenal Khilafah Islamiyyah yang telah terbukti berdiri kokoh selama 13 abad dengan wilayah kekuasaan islam mencapai 2/3 dunia.
Di Negara Demokrasi adalah tempat yang subur bagi berkembangnya orang-orang islam yang sekuler yang menjadi agen handal musuh-musuh islam untuk siap menghantam ajaran islam sampai keakar-akarny.

Pernyataan berbahaya dan menyesatkan yang berbaur pemikiran destruktif dan mengandung unsur benci syariat tentu berbahaya dan merusak aqidah umat islam. Umat semakin dipalingkan dari islam dan diasingkan dari Rasulnya sebab para musuh-musuh dan penjajah menghendaki agar umat islam semakin jauh dari petunjuk jalannya.

Saksikanlah hari ini betapa sistem demokrasi sekuler telah menjadi jerat bagi setiap muslim untuk berfikir dan berperilaku sekuler dan menentang ketaatan yang sempurna pada syariat.

Cinta Nabi cinta syariah inilah yang harus melekat pada setiap jiwa-jiwa umat Muhammad menanamkan cinta yang haqiqi kepada Nabinya dengan cinta syariah yang di bawa-Nya.

Kita umat islam wajib mencontoh ittiba perilaku Rasul termasuk mendirikan Negara Islam adalah bukti sempurnya iman setiap muslim. Jadi sungguh menyedihkan jika ada orang yang mengaku islam tapi menolak di atur memakai aturan Allah dan mengharamkan mencontoh Negara Rasul adalah sebuah pandangan yang sesat dan mencederai syariat islam Iman kita kemana? ketika syariat islam diobok-obok oleh mereka para penghianat.

Seperti yang kita saksikan hari ini sekulerisme tidak mampu menyesatkan islam dan para pemeluknya tetapi mampu menyesatkan mereka yang berkhianat dan membantu musuh-musuhnya. Para pejuang Demokrasi apakah kalian belum menyadarai kalau kalian sudah di palingkan dari jalan benar? Apakah kita lupa terhadap Allah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *