Virus Korea yang Kian Merajalela

Oleh: Eni Solichah, S.Pd.

Tren pria-pria cantik sedang melanda negeri ginseng. Pemandangan ini bisa kita lihat pada boy grup K-Pop popular saat ini. Sebut saja BTS, ASTRO, EXO, NCT, WINNER, SEVENTEEN, SHINee, dan ketinggalan boy band senior SUJU alias Super Junior. Penggemarnya pun tak hanya dari Korea, tetapi sudah merambah diseluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Gadis-gadis Indonesia sangat antusias setiap ada boy band Korea yang manggung di Indonesia maupun diluar negeri. Mereka rela merogoh kantong dalam-dalam demi melihat aksi panggung idolanya.

Berbagai atribut khas Korea mereka bawa. Sambil berteriak dengan logat Korea yang centil “Oppa saranghaeyo”. Tak lupa, ponsel canggih siap untuk mengabadikan moment-moment bertemu idola.

Itu tadi penggemar yang beruntung bisa bertemu langsung idolanya. Gimana dengan yang penggemar yang tinggal di daerah? Ooooh jangan salah…berbagai hal sudah mereka lakukan. Dengan kecanggihan gadget saat ini mereka langsung bisa melihat MV (Music Video)boy band idola. Googling sana-sini cari informasi sang idola. Mulai dari tempat tanggal lahir, berapa bersaudara, hobi, warna favorit, sekolah dimana, fakta unik tentang member tersebut.

Walhasil, saking nge-fansnya sama boy band Korea, mereka sudah merasa normal dan biasa saja melihat idolanya memakai eyeliner. Ketika ditanya “ Kok bisa sih suka sama boy band, kan mereka mirip banci-banci gitu?”.

Berbagai jawaban mereka ungkapkan demi membela sang idola. Semua itu tertutupi dengan aksi-aksi panggung sang idola, salah satunya ketika para member boy band itu memberikan wink kepada penggemarnya ataupun melakukan gerakan aegyo (melingkarkan tangan diatas kepala membentuk hati sambil tersenyum). Di jamin para penggemar meleleh.

Fakta diatas hanya sebagian kecil budaya Korea yang saat ini melanda hampir diseluruh dunia. Banyak penggemar baik K-Pop maupun Kdrama yang mayoritas remaja muslim yang mengikuti idolanya, mulai dari cara berpakaian, makanan,gaya hidup dan yang lainnya. Berikut ini beberapa Korean wave yang menyimpang dari ajaran Islam.

Pertama, operasi plastik. Dikutip dari Visit Medical Korea, pada 2015 lalu, Korea Selatan menempati posisi ketiga untuk operasi plastik di bawah Amerika dan Brasil. Bahkan, saat ini operasi plastik di Korea Selatan juga sudah menjadi satu paket wisata yang ditawarkan oleh pemerintahnya. (Tribuntravel.com). Warga Korsel kebanyakan melakukan oplas ketika mereka berusia 16 tahun. Dalam Islam, operasi plastik untuk kecantikan hukumnya haram karena ini termasuk mengubah ciptaan Allah.

Allah SWT berfirman, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya”. (An-Nisa’ :119)

Sahabat Ibnu Mas’ud RA berkata, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah.” [HR. Bukhari 4886]

Kedua, orang Korea sangat gemar minum alkohol. Budaya minum-minum adalah hal yang sangat biasa dan lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Buat kalian yang mengaku penggemar drakor tentunya tidak akan asing dengan aktivitas minum-minuman keras disetiap episode drama mereka. Minuman yang paling populer adalah soju. Soju ini merupakan vodka berbasis gandum atau kentang tradisional yang disajikan dalam botol hijau. Adapun dalil keharamannya di dalam Al-Qur’an surat Al Maidah: 90-91: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

Ketiga, rok mini adalah trend fashion yang hits di Korea Selatan. Dalam Islam sudah dijelas dengan jelas jika batasan aurat laki-laki adalah antara pusat dan lutut. Sedangkan untuk wanita semua ulama telah bersepakat bahwa wanita wajib menutup semua bagian tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.

Keempat, pergaulan bebas. Di Korea Selatan, hubungan seks usia dini akibat pergaulan bebas menjadi hal yang cukup umum. Hotel- hotel dengan kamar yang disewakan bagi pemuda pemudi ini pun juga menjamur. Islam menegaskan bahwa kehidupan laki-laki dan wanita itu terpisah. Hubungan laki-laki dan wanita hanya di halalkan oleh pernikahan.

Kelima, budaya kerja “Balli-balli”. Budaya “balli-balli” atau yang artinya “cepat-cepat” menuntut mereka untuk terus bekerja dan menjadi yang terbaik. Tuntutan yang tinggi dari keluarga, teman, dan lingkungan memacu hidup mereka untuk terus bekerja dengan baik. Anak selalu dididik bahwa belajar yang rajin akan membawa mereka masuk ke perguruan tinggi terbaik. Hal inilah yang memacu para pelajar SMA untuk belajar mati-matian hingga malam. Rata-rata siswa akan pergi pulang ke rumah ketika jam 11 malam. (Shopback.co.id).

Mereka yang tidak memiliki keahlian secara alami akan tersingkir dari masyarakat. Inilah salah satu penyebab angka bunuh diri di Korea Selatan sangat tinngi, bahkan terbanyak di dunia. Allah SWT secara tegas melarang tindakan bunuh diri. Larangan itu disebutkan, antara lain, dalam surah an-Nisa’ ayat 29 yang artinya, “Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Mahapenyayang kepadamu.” Ini seperti tertuang pula di surah an-Nisa’ ayat 30.

Demikianlah gambaran budaya Korea yang tidak pernah diungkap di media. Sudah saatnya kita sebagai muslim tidak meniru gaya hidup yang menyimpang dari Islam. Islam agama yang sempurna mengurusi urusan manusia. Mari bersama-sama bersegera menjalankan aturan Islam dengan sempurna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *