Varian Virus Covid Terbaru Omicron Sudah Muncul

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Agung Andayani

 

Awal mula virus covid 19 ditemukan pada akhir tahun 2019 di Cina RRC. Virus covid bermutasi menjadi berbagai jenis baru atau varian mulai dari varian Alfa, Beta, Gamma, Delta, Lambda, Kappa dan yang terbaru Omicron. Varian Omicron atau VoC. Varian B.1.1.529 terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan.

Menurut ilmuwan genom Afrika Selatan, varian Omicron memiliki mutasi lebih dari 30 protein lonjakan kunci. Yaitu struktur yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel yang diserang. Kini Omicron telah terdeteksi di Australia, Belgia, Botswana, Inggris, Denmark, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Belanda, Perancis, dan Kanada.

Varian covid makin beragam dan makin sulit dikendalikan untuk tidak menginfeksi kemanusia. Ini bukti bahwa rezim global (WHO, negara adidaya) telah gagal untuk segera menghentikan potensi penularan dan penyebaran covid. Virus ini juga banyak menelan korban jiwa manusia di penjuru dunia.

Hal tersebut tidak lepas dari kebijakan yang diambilnya. Dan kebijakan yang diambil tidak bisa mengatasi masalah dari akarnya. Karena kebijakan yang diambilnya berlandaskan manfaat dan materi. Segala sesuatu harus mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi para kapital. Sedangkan kebijakan yang mengandung nilai kemanusiaan kesehatan terabaikan. Pada akhirnya berlarut-larut dalam penanganan covid dengan pertimbangan memenangkan sektor ekonomi. Justru menyebabkan banyak masalah baru bermunculan. Inilah ciri khas rezim sistem kapitalis.

Sistem kapitalis ini adalah sistem buatan dari akal manusia. Dimana akal manusia itu terbatas dan lemah. Sudah saatnya kita beralih ke sistem Islam yang lahir dari wahyu Alloh SWT. Yang menciptakan manusia yang tentunya lebih tahu apa yang terbaik bagi manusia makhuk ciptaannya. Sistem Islam yang pertama kali di emban oleh Nabi Muhammad saw.
wallahu a’lam bishawab

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.