Umat Islam Membutuhkan Pelindung

Oleh : Tutik Indayani (Majelis Muslimah Rindu Jannah, Jember)

Bebicara mengenai Islam pasti akan terbayang suatu agama atau keyakinan yang dibawah oleh Rasulullah saw yang membawa kedamaian dan rakhmat bagi seluruh alam.

Tetapi saat ini Islam digambarkan sebagai agama yang menakutkan (Islamophobia) yang pantas untuk dihancurkan dan ada upaya untuk menjauhkan Islam dari pemeluknya (sekulerisasi)

Menurut Analisis Politik Dunia Islam dan Internasional bahwa tidak boleh ada negara Islam yang maju dan memimpin, itu doktrin utama salibis Internasional dan Yahudi dan Komunis.

Dunia di design untuk kepentingan salib, Yahudi dan atheis. Seperti Irak dihantam, Mesir dihancurkan, Libya dikacaukan, Saudi dipasung. Kuwait dan Qatar dikuasai. Negara-negara di Timur Tengah yang notabene penduduknya muslim dikuasai, tujuannya apa supaya Islam tidak memiliki kekuatan.

Negara yang mendukung kaum salib, Yahudi dan atheis akan dirangkul dan bila ada yang coba-coba untuk melawan atau menentang akan dihancurkan.

Semua itu dapat kita buktikan dengan diamnya dunia terhadap penindasan yang dialami saudara-saudara kita yang muslim seperti Palestina, Suriah, Rohingya, Kashmir dan Bengal, Uighur.
Seperti etnis Uighur ini, mereka mengalami berbagai bentuk tekanan dan penyiksaan oleh pemerintah China yang beridiologi komunis dengan tuduhan etnis Uighur ini sudah melakukan tindakan separatisme, terorisme, yang perlu disadarkan dengan memasukkan mereka ke dalam kam-kam penjara yang disebut sebagai sekolah/tempat pendidikan politik.

Tindakan biadab Pemerintah China terhadap etnis minoritas muslim Uighur ini telah mendapat kecaman Internasional. Namun beberapa suara yang sebenarnya signifikan yakni dari negara-negara muslim malah nyaris tidak terdengar.

Para pengamat mengatakan dibalik kebisuan pemerintah negara-negara muslim ini, disebabkan pertimbangan politik, ekonomi dan kebijakan luar negeri.
Mereka menganggap China memiliki kekutan ekonomi terbesar yang tidak dapat dipungkiri bahwa China banyak menanamkan infestasinya pada negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Bila negara-negara ini menentang dan ikut campur kebijakan dalam negeri China, mereka takut akan mendapat balasan.

Sekali lagi sistem Kapitalis sekuler yang menguasai dunia, dimana negara yang kuat menguasai yang lemah.
Posisi Indonesia sebagai pemimpin ASEAN maupun anggota Dewan Keamanan PBB pun tidak berpengaruh terhadap sikap pembelaannya.

Disinila kita sebagai umat Islam harus bangkit melawan tekanan-tekanan dan kekerasan yang dialami. Kekerasan yang dialami etnis Uighur juga dialami oleh Palestina, Suria, Rohingya, Kashmir dan Bengal.

Umat Islam membutuhkan pelindung (junnah) . Siapa junnah untuk umat Islam, yaitu Kholifah.
Kholifah hanya ada dalam sistem Islam, dimana semua peraturan kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan As Sunnah.

Sistem yang benar-benar melindungi dan berkeadilan bagi seluruh kehidupan didunia, tanpa adanya kekerasan, penindasan dan penjajahan. Politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan sosial budaya semua dijalankan oleh kholifah dengan penuh rasa tanggung jawab dan keimanan dihadapan Allah swt berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah.

Maka umat Islam menyadari, tidak bisa dihentikan penindasan terhadap muslim sampai tegaknya sistem Islam di muka bumi.
Wallahu ‘alam bi shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *