Tugu Mauk, Tangerang Saksi Pembelaan Muslim Uighur

Kabupaten Tangerang-SuaraInqilabi– Ahad 22 Desember 2019, enam ratus (600) Muslim dari berbagai organisasi dan profesi berkumpul di Tugu Mauk, Tangerang. Melakukan pembelaan kepada saudara-saudara Muslim jauh mereka di Uighur.

Peserta aksi bela Uighur ini begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka ternyata tidak sendiri karena ada 50.000 malaikat yang menyaksikan aksi ini. Bershaf-shaf dari bumi hingga ke langit.

Setiap malaikat mendoakan nama peserta agar memperoleh kebaikan. Semoga aksi ini menjadi saksi di depan Allah SWT di Yaumil Qiyamah.

Aksi dimulai oleh orasi LBH Pelita Umat yang mengatakan bahwa kegiatan Ahad pagi tersebut dijamin dan dilindungi oleh hukum. Setiap orang bebas menyatakan pendapatnya di depan umum. Dan dilindungi Undang-Undang.

Beberapa Ustadz memberikan gambaran betapa dizhaliminya Kaum Muslimin Uighur. Lemah tak berdaya menghadapi siksaan dari pemerintah kejam komunis Cina.

Ada yang berorasi menyampaikan bahwa Islam telah hadir di Cina ratusan tahun sebelum Islam masuk ke Indonesia. Islam didakwahkan ke Cina oleh seorang Panglima Besar Islam Qutaibah Ibnu Yusuf.

Muslim Uighur, Turkistan Timur telah lama menerima dakwah Islam sebelum daerah mereka dijajah Cina. Xinjiang merupakan bahasa Cina yang artinya daerah jajahan baru. Sebuah sebutan bagi provinsi dimana Muslim tinggal.

Muslim Uighur sempat menjadi mayoritas. Namun karena kebijakan ekspansi Cina. Warga suku Han meningkatkan tajam dari semula 6% menjadi 40%.

Kaum lelaki Muslim Uighur dipenjarakan ke dalam Kamp Dekonsentrasi. Meninggalkan kaum wanitanya sendirian di berbagai Kota dan Desa. Sedangkan Pemerintah Cina memerintahkan pria suku Han untuk tinggal bersama serumah dengan Muslimah Uighur setiap hari.

Genosida Kaum Muslim Uighur dilakukan secara sistematis. Setiap nama Islam dan aktivitas ibadah dilarang. Masjid diratakan dengan tanah.

Namun, di Indonesia ketika fakta udah terpampang nyata. Beberapa ormas Islam malah mengatakan bahwa Kaum Muslimin yang disiksa itu kabar hoax (bohong). Malah Kaum Muslimin Uighur hidup bahagia dan hidup damai dengan etnis lain di Cina. Semoga Allah SWT segera menyadarkan kesalahan berfikir ormas-ormas Islam tersebut.

Perwakilan dari Gema (Gerakan Mahasiswa) Pembebasan menyayangkan sikap penguasa Kaum Muslimin yang hanya diam melihat kezhaliman di Cina. Berbeda dengan sikap 17 negara Barat Non Muslim yang mengecam tindakan liar Cina. Yang harus dilakukan penguasa Kaum Muslimin adalah mengirimkan pasukan militer untuk membebaskan Uighur dari tangan jahil Cina.

Kaum Muslimin tidak bersalah karena mereka telah melakukan aksi pembelaan dan mengutuk pemerintah Komunis Cina. Namun para penguasa yang memiliki kekuatan diam saja. Seakan-akan tak terjadi apa-apa di Uighur.

Banyak penguasa yang diam. Mereka telah mengambil hutang dari Cina yang tak mungkin bisa lunas. Sebagai kompensasinya Cina bebas menindas Uighur.

Sebagai penutup Aksi, Ketua Panitia, Tuan Guru Banten, Ustadz Iqbal mendoakan para peserta. Bersyukur kepada Allah SWT yang telah menyejukkan cuaca. Membuat matahari malu untuk muncul dan memanasi para peserta aksi.

Aksi ditutup dengan doa. Doa agar Allah SWT melihat kesungguhan Kaum Muslimin yang menolong saudara-saudaranya di Uighur. Menyegerakan datangnya Kekuatan Super Global yang terbukti dalam Sejarah berulang-ulang kali membebaskan Kaum Muslimin dari tirani kekuatan jahat. Semoga Allah SWT memberatkan pahala para peserta Aksi di Akhirat.[] Rep: Abu Mush’ab

Photo Agenda:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *