Islam Mampu Memberantas HIV dan Aids

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Islam Mampu Memberantas HIV dan Aids

Aisah Oscar

Penulis dan Praktisi Pendidikan

 

Miris penyakit yang menular hasil dari pelanggaran manusia terhadap hukum-hukum Allah. Ini menunjukkan betapa sengsaranya manusia andaikata ia tidak memperhatikan peringatan-peringatan yang Allah sampaikan lewat kitab suci. Sejatinya kitab suci ini adalah panduan hidup manusia agar tidak salah arah dan bisa sesuai dengan apa yang dikehendaki Sang Pencinta. Patut diketahui bertambahnya Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang kian lama semakin memperhatikan. Mirisnya, dalam jangka waktu 6 bulan, kasus ODHA bisa tembus di angka 151 orang. dr.Encep Sugiana selaku Sekretaris Komisi Perlindungan AIDS Kabupaten Subang, mengatakan bahwa jumlah penambahan kasus HIV/AIDS dalam waktu ini cukup signifikan. Dia pun menyatakan,

“Data kasus terbaru dari bulan Januari sampai Juni 2023 sebanyak 151 kasus dengan angka kasus HIV sebanyak 143 dan kasus AIDS sebanyak 8 kasus,” tutur dr Encep Sugiana

Hal ini secara akumulasi, bisa terhitung dari 1999 hingga tahun ini jumlah kasus HIV/AIDS di Subang terus meningkat dari tahun ke tahun. Mirisnya, hingga tahun 2023 tercatat ada 3020 warga yang terserang HIV/AIDS. (tintahijau.com, 02/12/2023)

Sungguh disayangkan Subang yang dijuluki Kota nanas ini, sejuk nyaman bagai bunga di dalam taman, sungguh menarik perhatian. Namun dibalik semua keindahan tersebut, ada hal tersembunyi yang tidak diketahui publik bahwa di Subang menyimpan deretan kasus bermasalah. Ini bisa dilihat dari banyaknya penderita HIV AIDS, suatu penyakit menurunnya kekebalan tubuh akibat terinfeksi virus HIV yang masih belum ditemukan obat yang efektif dapat melawan virus tersebut.

Pemerintah lewat Dinas kesehatan melakukan upaya Pemberantasan penyakit menular dan menyediakan sarana prasarana HIV AIDS seperti upaya mengeluarkan program 3 Zero :

1. Zero New Infection atau tidak ada infeksi baru HIV AIDS

2. Zero Aids Related Deaths atau tidak ada kematian akibat AIDS

3. Zero Discrimination atau tidak ada stigma dan discriminasi kepada penderita HIV AIDS.

Tragisnya upaya-upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang berarti, karena upaya yang dilakukan hanya merupakan solusi penanganan di permukaan saja, tanpa menyentuh pada akar permasalahannya. Hal ini menunjukan betapa sulitnya menghentikan penyebaran HIV AIDS dikarenakan sistem yang diterapkan dalam kehidupan, yaitu sistem sekular yang sengaja menjauhkan masyarakat dari agama. Peran agama sengaja dihilangkan dalam benak masyarakat.

Dalam sistem sekuler ini pun melahirkan suatu kebebasan yang didalamnya masyarakat bebas melakukan yang diinginkan, seperti kebebasan berekspresi. Gaya hidup bebas dan mengejar kebahagiaan dengan mencari materi yang melimpah. Jauhnya agama dari kehidupan inilah menjadikan banyak masyarakat yang melakukan kemaksiatan- kemaksiatan seperti pelaku seks bebas, pelaku LGBT, pecandu narkoba, dan lain-lain.

Ini karena para pelaku tidak mengetahui dampak yang akan dirasakan di dunia berupa penyakit serius, kotor dan berbahaya, bahkan dapat menghantarkan pada kematian dan di akhirat nanti akan mendapat balasan yang amat pedih

Cara Islam memberantas HIV AIDS

Sumber utama penularan HIV AIDS adalah seks bebas. Oleh sebab itu pencegahannya yang pertama adalah menghilangkan praktek seks bebas.

Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 32

Yang artinya “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.

Negara juga wajib melarang situs-situs fornografi pornoaksi, hiburan malam, semua yang berbau forno dan bisa mendatangkan rangsangan-rangsangan syahwat. Negara juga wajib melarang berzina, berkhalwat (berdua-duaan bukan mahram) seperti pacaran, larangan ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan perempuan, ghodhul bashor (menundukkan pandangan), larangan membuka aurat, masuk rumah tanpa izin, dan negara juga harus segera memberikan hukuman pada pelaku agar pelaku jera dan bagi yang lainnya tidak akan melakukan hal serupa karena takut dengan sanksi berat yang diterapkan.

Demikian pencegahan seks bebas berbuah HIV AIDS hanya ada didalam sistem Islam. Tak ada jalan keluar untuk mendapatkan keselamatan melainkan Syariah Islam. Sudah saatnya kita kembali pada aturan Allah SWT yang telah menjamin kebaikan dan keberkahan hidup.

Wallahu a’lam bishowab

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *