Darurat Stunting Tak Terasuh Akibat Kemiskinan Sistemik

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Darurat Stunting Tak Terasuh Akibat Kemiskinan Sistemik

 

Oleh Ummu Faiha Hasna

(Kontributor Suara Inqilabi)

 

Ibarat penyakit yang mematikan, penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem masih menjadi persoalan serius yang terus terjadi saat ini. Program prioritas 2023 ini bisa dibilang tidak ada kemajuan yang cukup berarti dalam perbaikan-perbaikan persoalan besar ini.

Dikutip dari kemenkopmk,13/1/2023, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan penyebab stunting dilatarbelakangi oleh fenomena kemiskinan ekstrem seperti kendala dalam mengakses kebutuhan dasar, akses air bersih, fasilitas sanitasi dan lainnya. Sehingga permasalahan kemiskinan ekstrem dan stunting saling beririsan dengan angka mencapai enam puluh persen. Pemerintah mengklaim telah berupaya keras menurunkan kemiskinan dan stunting.

Menko PMK mengatakan telah serius mengupayakan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui intervensi gizi spesifik yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan dan intervensi gizi sensitif yakni intervensi pendukung untuk mempercepat penurunan stunting seperti penyediaan air bersih, MCK, dan fasilitas sanitasi sudah menjadi tabiat penguasa sistem kapitalisme ketika menyelesaikan masalah bukan pada akar masalah. Namun diselesaikan di masalah turunan.

Telah mafhum di masyarakat ketidakmampuan seseorang memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan akan menyebabkan bahaya terhadap jiwanya semisal sakit.

Dalam kitab Fikrul Islam, karya Syekh Muhammad Ismail, menyatakan makanan merupakan hajatul udhowiyah (Kebutuhan Jasmani) yang harus dipenuhi seketika dan saat itu juga jika pemenuhannya ditunda atau tidak dipenuhi secara layak akan menimbulkan dharar atau bahaya terhadap jiwa.

Maka, ketika terjadi stunting bisa dipastikan gizi makanan anak-anak tersebut tidak dipenuhi secara layak sehingga tumbuh kembang mereka terganggu. Salah satu penyebab ketidaklayakan pemenuhan gizi adalah kemampuan ekonomi keluarga dalam menyelesaikan gizi yang baik untuk anak-anak. Ketidakmampuan ekonomi keluarga ini pasti dipicu oleh kemiskinan. Dan kemiskinan yang terjadi saat ini adalah kemiskinan sistemik.

Pasalnya, kemiskinan yang terjadi merupakan dampak penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang membuat para kapital legal menguasai kekayaan alam yang notabenenya kekayaan tersebut merupakan harta kepemilikan umum (rakyat). Hasil yang melimpah dari sektor ini masuk ke dalam kantong-kantong korporat. Sehingga negara tidak memiliki dana untuk mengurus rakyatnya.

Malah yang ada penguasa kapitalisme memeras rakyat dengan pajak dalam kondisi rakyat pun juga susah mencari pekerjaan yang layak. Sebab penguasa kapitalisme hanya regulator para kapital. Akibatnya kemiskinan sistemik terjadi apalagi layanan publik yang dikomersialisasi. Kesehatan, pendidikan, dan keamanan diperjualbelikan kepada rakyat. Masyarakat harus menukar dengan harga mahal jika ingin menikmati layanan ini begitu juga dengan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan.

Kebutuhan yang seharusnya murah dan terjangkau bagi masyarakat justru dimonopoli oleh swasta. Sehingga mereka yang memiliki kelebihan harta yang mampu membelinya. Sedangkan yang miskin mereka hanya bisa menahan bahkan bermimpi untuk bisa tercukupi. Inilah akar masalah kemiskinan dan stunting.

Dua hal tersebut merupakan akibat penerapan sistem ekonomi kapitalis.Maka itu, kita membutuhkan sistem ekonomi alternatif agar mampu menyelesaikan problem genting ini.

Salah satu solusi yang mampu menyelesaikan masalah ini adalah sistem Islam yang dinamakan Khil4f4h. Seorang pemimpin dalam sistem Khil4f4h berjalan di atas syariat Islam sehingga setiap kebijakan yang diterapkan tidak akan keluar dari syariat. Sedangkan syariat memerintahkan penguasa adalah khadimul ummah (Pelayan Umat). Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:” Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya.(HR. Al-Bukhari)

Maka, menyelesaikan kasus kemiskinan dan stunting akan begitu mudah oleh sistem pemerintahan Islam karena negara menerapkan politik ekonomi Islam. Mekanismenya diawali dari negara menjamin terpenuhinya setiap individu per individu. Masyarakat terpenuhi kebutuhan pangan dan nutrisi mereka. Jaminan ini terwujud dari:

Pertama, pemerintahan dalam Islam menyediakan pekerjaan lapangan yang luas, sehingga tidak ada satu laki-laki pun yang tidak mendapat pekerjaan. Dengan bekerja, setiap laki-laki yang memiliki tanggungjawab nafkah mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, dan papan keluarganya. Ide ini akan menutup jurang stunting dari keluarga karena anak-anak tercukupi gizinya.

Kedua, negara akan fokus pada peningkatan produksi pertanian dan pangan berikut segala riset dan jaminan kelancaran seluruh proses pengadaannya.Khil4f4h juga akan mendata ketersediaan dan distribusi pangan agar tepat sasaran jika memang benar tidak tercukupi. Negara juga bisa meminta bantuan wilayah negara- negara Islam yang lain atau impor untuk sementara waktu.

Ketiga, negara akan menutup celah monopoli pasar oleh para spekulan sehingga harga barang di pasar akan mengikuti mekanisme pasar supply dan demand barang di kontrol oleh negara. Konsep ini akan membuat masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pokok dan gizi keluarga mereka.

Keempat, negara Islam akan melarang penguasa maupun privatisasi Sumber Daya Alam (SDA) oleh para kapital.

Dalam syariat Islam, kekayaan alam adalah harta kepemilikan umum yang haram untuk dikuasai sebagian orang. Karenanya Islam mengatur pengelolaan kekayaan alam di tangan penguasa yang hasilnya diberikan seluruhnya kepada masyarakat.

Salah satu bentuk hasil pengelolaan sumber daya alam yang bisa dinikmati rakyat adalah jaminan kebutuhan dasar publik seperti kesehatan, pendidikan dan keamanan mereka dapatkan secara gratis. Sebab negara dalam Islam membiayai kebutuhan dasar publik tersebut menggunakan dana hasil pengelolaan sumber daya alam yang masuk ke dalam pos kepemilikan umum Baitul Mal.

Alhasil, setiap anak-anak akan mendapatkan jaminan dan layanan kesehatan yang berkualitas dan gratis. Kesehatan dan gizi mereka bisa terpantau.

Hanya dengan penerapan sistem ekonomi Islam dalam bingkai sistem Islam secara menyeluruh (kaffah) permasalahan terkait kemiskinan dan stunting bisa tuntas diselesaikan tidak hanya di negeri yang gemah ripah loh jinawi yakni tentram dan makmur serta subur tanahnya ini namun juga di seluruh dunia.

Wallahu A’lam Bishshawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *