Tragedi Genosida Muslim di Srebrenica, Umat Butuh Perisai

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Cucu Aprilianti, S.H. (Aktivis Remaja Islam)

Kota Srebrenica di kawasan Bosnia dan Herzegovina terjadinya peristiwa pembantaian ribuan warga muslim di kawasan Bosnia pada tahun 1995. Pembantaian tersebut merupakan peristiwa genosida yang pernah terjadi di eropa.

Peristiwa itu terjadi setelah runtuhnya Republik Federal Sosialis Yugoslavia. Tentara Serbia dan tentara rakyat Yugoslavia (JNA) berupaya mengamankan teritori mereka yang ternyata juga diikuti dengan upaya pembersihan etnis non Serbia di area yang hendak mereka amankan.

PBB menyatakan kawasan Srebrenica sebagai wilayah aman sejak April 1993, tetapi tentara Srebrenica menggempur kawasan tersebut hingga akhirnya mereka menguasai Srebrenica pada Juni 1995. (Dikutip m.detik.com, 10/7/2020).

Tragedi pembantaian muslim di Srebrenica dan perang Bosnia seharusnya mengetuk hati kaum muslim di seluruh dunia untuk menolong saudara muslim di Srebrenica. Namun, karena skat nasionalisme di negaranya masing-masing membuat kaum muslim terpecah-pecahkan.

Tragedi ini juga menjadi bukti tidak adanya perlakuan adil dari PBB terhadap negara berpenduduk muslim, bahkan PBB menjadi alat melegitimasi kebengisan para penjahat yang sangat kejam terhadap kaum muslim. Tragedi pembantaian kaum muslim terjadi juga diberbagai negara lainnya yang dimana penduduk kaum muslim di negara tersebut merupakan penduduk minoritas dan lemah tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan.

Agama Islam sangat menjungjung tinggi nilai penghargaan terhadap jiwa dan raga terutama terhadap kaum muslim. Islam mempunyai seperangkat aturan yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Allah SWT memberikan peringatan yang tegas kepada orang yang membunuh orang yang beriman.

Allah SWT berfirman : “Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah nereka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya. (TQS. An-Nisa [4] : 93).

Umat butuh perisai untuk melindungi diri mereka. Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh imam (Khalifah) itu laksana perisai, orang-orang akan berperang dibelakang dia dan berlindung dari musuh dengan kekuasaannya.” (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad).

Seluruh kaum muslim dapat bersatu hanya dalam penjagaan Khilafah yang dimana Khalifah akan menjadi perisai yang melindungi kaum muslim. Khilafah akan memberikan hukuman yang tegas kepada siapa pun yang menyakiti kaum muslim. Wallahua’alam bishshawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.