Tiket Ke Surga Mahal!

Oleh : Muhammaad Yasin (temansurga_malkab)

Kalau kita denger tiket, apa yang antum semua pikirkan?
Kalau yang suka sepak bola,mungkin bayangin stadion.
Kalau suka musik, mungkin bayangin konser yang megah.
Tapi gimana kalau yang dimaksud adalah tiket ke surga?
Mungkin antum semua masih belum ada gambaran,
Kurang lebih sama seperti ana(penulis).

teman2 smua, apa bedanya kita sekarang dengan jaman nabiyulloh dulu?
“tahunnya kak!!”
ya elah, kalau mau berfikir sedikit saja, ternyata tidak ada beda,sama2 manusianya,sama2 bekerja,beribadah,dsb.
tapi poinnya,ialah berharap surga yang sama. betul tidak??

kalau denger dan membaca sejarah gimana perjuangan para sahabat,sampai sahid demi memperjuangkan agama.
sungguh patut lah surga menanti mereka.
tapi gimana dengan kita?
hello,generasi muda?
“sek enak jamanku toh”
“bentar2,serius jangan becanda!!”
oke, kita lihat ayat berikut.

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al-Baqara)
ok,back to topic.
apa sih mahal itu?
menurut KBBI artinya tinggi harga.
“emang surga bisa dibeli ya kak?”
eits,mahal disini bukan jumlah uang ya,
tapi lebih ke apakah nanti kita termasuk didalamnya.

mungkin sebagian kita ada yang bilang “enakan jaman nabiyulloh dulu ya”.
ingat jaman akan terus berulang,
kita bisa lihat amalan wajib saja seperti solat.
apa udah bener solat kita?
buat perbandingan,
solat di masjid nabawi dikali seribu (x1000) itu kalau sendiri, gimana kalau jamaah?.
solat dimasjid haram(makkah) kali seratus ribu (x100.000),itu kalau sendiri,kalau jamaah?.
disana orang berlomba-lomba untuk menunaikan solat,bahkan 1jam sebelum adzan udah ada dalam masjid,subhanalloh.
oke,bandingkan dengan kita disini,
solat dimasjid jarang, seumpama bisa jamaah dikali dua puluh tujuh (x27) derajat. apakah masih surga buat kita??
dengan ketatnya persaingan mendapat tiket,jadi jangan heran kalau mahal.
ini masi solat saja,belum amalan yang lain.
bersegera walau amalan yang kita kerjakan tidak sebanding dengan disana(arab), bisa jadi dengan amal yang sedikit tapi diterima menjadi sebab musabab mendapat ridho alloh azza wajalla.

wallohua’lamubissowab

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *