TIANG NEGARA ALA KAPITALISME

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Ani Suryani (Sambas)

 

Perempuan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan membangkitkan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Karena perempuan dinilai merupakan sosok yang serba bisa dan mampu melakukan banyak hal dalam satu waktu. Maka, perempuan diarahkan agar dapat memanfaatkan keahlian yang dimilikinya untuk membuat mereka bisa bekerja, memiliki usaha, dan menghasilkan uang.

Dari kacamata kapitalis, peran perempuan yang begitu besar ini dinilai bisa mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa. Ekonomi adalah tiang negara. Tak ayal, program- program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan yang berusaha untuk memanfaatkan peran dari perempuan sebagai ujung tombak keberhasilan gencar diaruskan. Isu-isu pemberdayaan perempuan pun mengalir, demi meningkatkan serta memajukan perekonomian keluarga, bahkan ekonomi bangsa.

Alih-alih memperdayakan perempuan demi perekonomian, raelitasnya banyak perempuan yang dilecehkan, hancurnya tatanan keluarga, dan banyaknya anak-anak broken home karena negara salah kelola.

Namun harus diingat. Perempuan adalah tiang negara yang mampu menegakkan dan membawa negara menjadi terdepan, baik dalam ekonomi, pendidikan, kesehatan dan seterusnya. Karena ditangan perempuan-perempuan tangguh inilah generasi penerus yang berkualitas akan tercipta. Hal ini akan terwujud dengan menerapkan sistem yang diridhai Allah SWT.

Sistem Islam yang diterapkan secara kaffah. Sistem Islam begitu memuliakan perempuan-perempuan tangguh ini dengan mengangkat derajatnya menjadi ibu generasi dan pelayan umat.

Dalam Islam, perempuan diberi tanggung jawab menjaga kehamilan, menyusui, mengasuh, dan mendidik anak, serta mengatur rumah suaminya. Perempuan tidak diwajibkan bekerja untuk mencari nafkah, bahkan harus dinafkahi seumur hidup dengan mekanisme perwalian.

Dengan demikian, untuk memuliakan perempuan dan melindungi perempuan adalah dengan mengembalikan perempuan kepada fungsi utamanya sebagai ibu pendidik generasi dan pengurus rumah. Sudah seharusnya negara mendidik dan membekali perempuan agar kompeten dalam melaksanakan kewajibannya.

Dari sini terlihat bagaimana indahnya hukum Islam. Inilah hukum yang akan memperkuat ekonomi dan ketahanan keluarga. Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.