The Real Santri

SuaraInqilabi– Ahad, 20 Oktober 2019. Islamic Youth Community kembali menyelelenggarakan kajian Islam Remaja yang bertempat di Jl. Wahidin, Pasuruan. Bertepatan dengan akan datangnya hari santri yang jatuh pada tanggal 22 oktober, IYCON kali ini  mengusung tema “The Real Santri” yang dihadiri remaja muslim yang sebagian besar adalah pelajar di Kota  Pasuruan.

Agar kegiatan ini bisa berjalan bersama Ridho-Nya, terlebih dahulu dimulai oleh pembacaan tilawah qur’an oleh Kak Farah. Selanjutnya acara diawali dengan pembukaan oleh MC Kak Nadifah dan panitia menyiapkan tayangan video tentang trailer film The Santri yang diwarnai dengan pro dan kontra.

Ada peserta yang memberi tanggapan salah satunya bahwa santri seharusnya tidaklah seperti yang digambarkan seperti di film tersebut.

Hadir sebagai pemateri kali ini adalah Kak Chusnatul Jannah. Dalam paparannya Kak Chusna menjelaskan bahwa film The Santri merupakan  karya seni yang mencoba menampilkan sosok santri milenial. Namun mengandung nilai pluralisme yang dibungkus dengan kemasan Islami dan liberalisme pergaulan muda mudi seperti khalwat dan ikhtilat yang dibungkus dengan pesantren, bahkan nilai modernisasi ala barat yang bententangan dengan ajaran Islam.

Menurut kamus KBBI Santri adalah orang yang mendalami agama Islam, orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh dan orang yang shalih. Sedangkan menurut KH Hasan Nawawi santri berdasarkan tindak langkahnya adalah orang yang berpegang teguh dengan tali Allah yang kuat (Al-Qur’an) dan mengikuti sunnah Rasul SAW serta teguh pendirian dalam setiap keadaan. Jadi santri bukan hanya seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren saja, jelas Kak Chusna.

The Real Santri adalah mereka yang akidahnya lurus, terikat pada hukum syara’, mampu membentengi diri dari invasi tsaqofah barat, dan pengemban dakwah Islam terpercaya. Bukan justru menerima ajaran-ajaran yang jelas diharamkan dalam Islam, seperti liberalisme, pluralisme, dan sekulerisme.

Diakhir materinya Kak Chusna memberikan motivasi kepada semua peserta dengan mengutip spirit resolusi jihad KH Hasyim Asya’ri, “Hendaklah santri menjadi garda terdepan para pembela Islam. Para santri adalah motor-motor penggerak kebangkitan dan konstruktor peradaban Islam,”

Siapakah santri itu? Kita semua yang memegang teguh Al-qur’an dan As sunah InsyaAllah. Jadilah santri pejuang Islam sejati, bukan santri abal-abal, tutup materi.

Acara ditutup dengan pembacaan doa, pembagian doorprize dan foto bersama. [] Susilowati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *