Terasing

Butiran es gempita hidup di tengah Antartika. Konspirasi demi megahnya sang bumi, tak hiraukan hangatnya mentari.

Sakura terlihat syahdu bertemu semaraknya musim semi. Saling menebarkan pesona, mempercantik belahan dunia.

Begitupun Sirius. Terang senyumnya menyapa seluruh langit malam. Gemintang berkontemplasi, kalahkan gulita membentuk rasi.

Semesta, bersuka cita.
Dalam Zona.

Lantas, bagaimana dengan takwa?
Takwa terasing, tak kenal bising.
Hilir mudik ujian menerpa, nyatanya tak melemahkan rasa.
Walau diterkam hinanya aturan manusia, namun takwa teguh pada fitrah dari Sang Pencipta.

Ketika semua tertawa dalam dosa. Tak apa jika takwa terasing, dalam hening.
Saat dunia tergerus terbawa arus. Pastikan takwa tetap memilih jalan-Nya.

Tak usah iri pada tegaknya Antartika. Cantiknya Sakura. Dan terangnya Sirius di cakrawala.
Temani takwa, ikuti keterasingannya.

Karena, Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali pula dalam keadaan asing. Maka sungguh beruntunglah orang-orang yang terasing”. [HR. Muslim]

Oleh: Ammy Amelia
[Pencinta Literasi dan Member Akademi Menulis Kreatif]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *