Tawuran Masih Terjadi, Buah Dari Sekulerisasi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Nunung Suryana

 

Apa yang ada dibenak kita ketika menyebut tawuran ?

Akhir-akhir ini tawuran antar geng makin marak, yang dilakukan oleh para pemuda. Mirisnya, tawuran ini juga dilakukan oleh para remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Hingga kini tawuran menjadi momok yang meresahkan dan menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia yang kena dampak dari aksi para pemuda dan remaja. Tentu saja, jika hal ini terus berlanjut maka akan dapat mengancam rusaknya masa depan generasi para remaja masa kini.

Dilansir dari Kompas.com, tawuran pemuda kembali pecah di Jakarta. Tawuran terjadi di jalan Jatinegara barat , Jakarta timur, senin ( 22/11/2021 ) dini hari. Menurut kepala kepolisian sektor Jatinegara komisaris Yusuf Suhadma mengatakan , kedua kelompok ini pun saling menyerang menggunakan senjata tajam.

Selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, tawuran semakin meningkat. Menurut tim Litbang MPI dari 2020-2021 tercatat ada puluhan korban luka-luka hingga meninggal dunia. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan dan solusi serius dari pemerintah untuk menghentikan aksi tawuran ini.

Kondisi ini tentu saja memperparah keadaan, tidak adanya perisai dari pemerintah untuk menghentikan aktifitas tawuran. Menjadikan hal ini sangat menghawatirkan, terlebih bagi masyarakat yang merasa kenyamanannya terganggu. Tak jarang aksi para remaja yang melakukan tawuran ini, merugikan banyak pihak. Salah satunya para pengendara, aksi tawuran sering kali terjadi di tempat-tempat umum seperti jalanan umum. Banyak para pengendara dan masyarakat yang kesal dengan ulah para remaja.

Sebuah aksi yang tentu saja disayangkan, namun minimnya tindakan dari pemerintah untuk menghentikan aksi tawuran ini menjadikannya kian eksis dalam lingkungan kehidupan para pemuda dan para remaja. Sekaligus membuktikan buah dari Sekulerisasi pendidikan, hingga lahirlah generasi yang krisis nilai ruhiyah. Dimana sebuah ideologi yang rusak menyusup masuk ke tubuh pendidikan yang liberal. Pada akhirnya sukses menciptakan para generasi yang cenderung memiliki karakter dan mental pembangkang.

Tak heran kita mendapati banyak para remaja generasi masa kini, yang cenderung melakukan hal-hal anarkis di luar nalar manusia. Ini terbukti dengan adanya banyak kasus yang kita dapati dari lapangan, salah satunya adalah masih maraknya tawuran. Aksi tawuran menjadi perhatian utama bagi pemerintah yang harus diselesaikan. Pemerintah seharusnya mengambil langkah tegas dengan membuat sebuah hukum yang bisa membuat para pelaku tawuran jera.

Dalam Islam tidak akan kita temui kasus-kasus tawuran dan aksi kekerasan lainnya. Islam akan mendidik para generasi yang taat dan cinta akan damai. Islam akan sedini mungkin membentuk kepribadian para generasi dengan cara memberikan tsaqofah-tsaqofah Islam dalam dunia pendidikan. Dengan begitu maka akan lahirlah para generasi penghafal Al-Qur’an yang berkarakter Islami. Sejarah membuktikan, bahwa generasi Islam selalu mampu mencetak generasi terbaik Sepanjangan masa.
Wallahu alam Bhissowab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.