Tanpa Khilafah, Israel Membabi Buta

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh Ghazi Ar Rasyid (Member Pena Muslimah Cilacap)

 

TEMPO.CO, Jakarta –  Selama dua hari berturut-turut polisi Israel melarang warga Palestina buka puasa di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, menurut kantor berita Palestina. WAFA News Agency pada 14 April melaporkan polisi Israel juga menyerang warga Palestina sepulang dari salat tarawih di masjid, menurut saksi mata.

 

“Mereka mengatakan bahwa polisi menolak untuk mengizinkan makanan masuk ke dalam kompleks suci bertembok, yang menampung Masjid Al Aqsa dan Kubah Batu, bagi jamaah yang menjalankan puasa Ramadan untuk berbuka puasa saat matahari terbenam,” lapor WAFA, dikutip 16 April 2021.

 

Polisi juga melarang azan malam di Masjid Al Aqsa untuk malam kedua berturut-turut. Ratusan orang yang selesai salat tarawih diserang oleh polisi saat mereka sampai di Gerbang Damaskus, salah satu gerbang utama ke kota tua Yerusalem. Polisi menyerang orang-orang Palestina dan melarang mereka duduk di tangga di luar Gerbang Damaskus. Polisi Israel bahkan menembakkan granat kejut ke arah warga Palestina dan menahan lima orang, kata para saksi.

 

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Dimana pintu ampunan dibuka selebar lebarnya oleh Allah SWT, kini tengah menyapa seluruh umat muslim di dunia. Umat muslim diseluruh dunia telah lama menanti datangnya bulan suci ini. Bulan yang didalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Namun nyatanya, tak semua umat muslim bisa merasakan bahagianya menyambut bulan suci ini. Tengok saja sodara sodara muslim yang berada di Rohingya dan Uygyur yang masih sering mendapat perlakuan tidak baik sebagai umat minoritas di negaranya. Terlebih lagi umat muslim di Palestina. Seperti tak ada lagi tempat bagi mereka untuk menjalankan ibadah dibulan sucu ini dan dibulan bulan lainnya.

 

Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya muslim, seharusnya Indonesia mampu membuka dengan lebar mata hatinya. Ketika kembali mengingat sejarah, maka akan tergambar jelas bagaimana dukungan Palestina pada Indonesia dulu dalam meraih kemerdekaannya. Namun sampai sekarang Indonesia belum juga melakukan tindakan tegas untuk membela Palestina. Hanya mengecam dan mengirim bantuan berupa obat dan makanann saja yang baru bisa Indonesia lakukan.

Tidak berbeda jauh dengan negara tetangga Palestina, yaitu Turki. Sampai saat ini pun pemerintah Turki masih diam membisu melihat pembantaian sadis, serasa tuli mendengar ledakan bom ditiap detiknya. Bukan hanya turki. Tapi seluruh negeri dengan mayoritas umat muslim. PBB sebagai organisasi perkumpulan Negara seluruh dunia juga belum menunjukkan tindakan kongkritnya untuk menghentikan permasalahan antara Palestina dan Israel. Ketenangan beribadah dibulan suci bagi warga Palestina hanya mimpi disiang bolong, terutama di wilayah Gaza.

 

Ledakan bom, gencatan sejata dan suara meriam tak henti-hentinya mengusik warga palestina. Lautan darah pun menjadi biasa dan hiburan tersendiri bagi warga Palestina. Sama sekali tak ada tempat sembunyi, tak ada tempat mengadu untuk berbelas kasihan dan meminta bantuan selain kepada Allah SWT. Melihat kondisi yang seperti ini seharusnya mampu membuat seluruh kaum muslim didunia berfikir. Apakah sekedar memberi bantuan berupa makanan dan pasokan obat sudah menjadi solusi bagi wilayah umat muslim yang sedang terkena konflik? Jika ini adalah sebaik-baik solusi, lantas mengapa konflik ini tak kunjung mereda? Malah semakin membara?

 

Lantas, bagaimana respon pemerintahan Amerika Serikat dibawah pimpinan Joe Biden? Ternyata terbukti nyata tak mampu memberi keadilan dalam konflik Palestina dan Israel. Perbaikan hubungan saja dirasa tak cukup tanpa adanya tindakan tegas untuk membantu menyelesaikan konflik.

Karena tiadanya Khilafah, disetiap Ramadhan Israel semakin berbuat bengis pada umat muslim dipalestina terutama diwilayah Gaza. Tak ada ampun bagi umat muslim di Palestina. Jangankan tempat untuk berlindung. Tempat untuk beribadah pun ditutup rapat oleh para kafir Israel. Pemerintah Israel melarang keras penggunaan masjidil Aqsha oleh umat muslim Palestina. Bahkan Israel sengaja melayangkan serangan agar pasukan khusus di jalur Gaza terpancing.

Ramadhan ini seharusnya bisa menjadi pengingat bagi umat muslim diseluruh dunia. Kondisi sodara-sodara sesama muslim semakin terpuruk. Pelindung umat harus kembali ketangan umat muslim. Satu-satunya pelindung yang Allah berikan untuk menjaga kedamaian dan ketentraman seluruh umat didunia. Pemimpinnya bukanlah sembarang pemimpin, namun pemimpin yang mampu menerapkan Islam di seluruh dunia. Dan sistem pemerintahannya adalag sebaik-baik sistem pemerintahan yang Allah SWT berikan. Yakni Khilafah. Dengan kembalinya perisai umat, tak akan ada lagi konflik yang berkepanjangan.

Wallahu’alam bishowab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.