Tak Bisa Bayar Hutang, Tajikistan Serahkan Tambang Perak ke Tiongkok

Dushanbe– Anggota parlemen Tajikistan telah menyetujui ratifikasi perjanjian yang memberikan hak kepada pengembang perusahaan China untuk mengelola tambang perak di pegunungan Pamir.

Mayoritas anggota parlemen memberikan suara dalam mendukung keputusan tersebut pada Selasa (1/10).

Tajik RFE Service / RL, Radio Ozodi, melaporkan bahwa tambang perak bernama Yakjilva yang terletak di ketinggian 4.200 meter di distrik Murghab di wilayah otonomi Gorno Badakhshan akan di ambil alih dan dikembangkan oleh Kashgar Xinyu Dadi Mining Investment, sebuah perusahaan pertambangan logam yang berbasis di Provinsi Xinjiang-China.

Kesepakatan awal ditandatangani pada 14 Juni, ketika pemimpin Tiongkok, Xi Jinping berkunjung ke Tajikistan. Sejumlah dokumen kesepakatan kerjasama bilateral di tandatangani oleh Presiden Tajikistan, EmamAli Rahmon dan Xi Jinping, termasuk kesepakatan bagi Beijing untuk menindaklanjuti pinjaman hutang yang menjerat negara mayoritas Muslim tersebut. Kedua negara juga bersepakat untuk membangun konstruksi jalan yang menghubungkan Dushanbe ke Kulma, yang berada di perbatasan Tiongkok, dan juga perbaikan jalur kereta Bokhtar-Kulyab.

Menurut laporan Radio Ozodi, Kashgar Xinyu Dadi Mining telah mengalokasikan $ 39,6 juta untuk pengembangan lapangan.

Farrukh Hamralizoda, Kepala Komite Investasi Negara Tajikistan, mengatakan bahwa pertambangan itu akan dikembangkan selama tujuh tahun oleh perusahaan tersebut, dimana selama kurun waktu itu perusahaan China tersebut dibebaskan dari semua pembayaran pajak dan bea cukai. 60 persen pekerja lapangan berasal dari warga negara Tajikistan sisanya akan didatangkan dari China, kata Farrukh.

Hampir setengah dari utang luar negeri Tajikistan senilai $ 2,9 miliar- sekitar $ 1,38 miliar telah jatuh tempo ke China, entah bagaimana negara ini akan mengumpulkan dana untuk melunasi hutang-hutangnya. [] Gesang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *