Strategi Berbasis Ketahanan Keluarga

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Mia Fitriah Elkarimah

 

Artis Nia Ramadhani dan suami Ardi Bakrie ditangkap polisi karena dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan narkoba. Dari haril tes urine, rambut dan darah Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie positif mengkonsumsi sabu-sabu. Kepada aparat, keduanya mengaku menggunakan barang haram itu karena tertekan pekerjaan pada masa pandemi Covid-19.

“alasan klasik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polres Jakpus, Kamis (8/7/2021).

Saat ini penyuplai sabu sedang diburu oleh jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakpus yang memasok sabu ke pasangan suami-istri Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

Merebaknya pandemi covid-19 yang cepat dan merata ke seluruh dunia, tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Masa-masa penuh ketidakpastian bagi semua orang, meningkatnya terus jumlah kasus COVID-19, ditambah dengan beragam masalah yang menumpuk dan bertemu dengan rasa cemas, menambah beban kesehatan mental kita, mari berusaha menjaga kewarasan dengan segudang jalan, jangan cari pembenaran dari perbuatan yang salah.

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petruse Golose mengungkapkan bahwa selama pandemi COVID-19 khususnya dalam tiga bulan terakhir, kasus peredaran narkoba di Indonesia semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Kasus ini memberikan pelajaran bagi kita, betapa rapuhnya ketahanan sebuah keluarga. Fungsi keluarga salah satunya adalah mengontrol perilaku seluruh anggota keluarga, agar terhindar dari perilaku yang salah, memberikan dukungan afektif, dengan meningkatkan hubungan yang hangat dalam keluarga, dengan komunikasi yang baik, memberikan motivasi dan saling
menghargai.

Walau selama pandemi ini ada banyak waktu yang bisa kita gunakan untuk berkumpul bersama keluarga. Namun bertemunya seluruh anggota keluarga setiap saat tidak menjamin terbangunnya ketahanan keluarga yang berkualitas.

Kasus ini pun menggambarkan betapa keluarga selama ini tidak ada saling kontrol, baik antara pasangan, untuk saling memfilter hal-hal yang negatif, bukan bareng-bareng terjerat di lembah yang sama.

Keluarga sebagai benteng terkokoh dalam menangkal segala pengaruh negatif dari luar, karena keluarga dianggap sebagai pendidikan pertama dalam pembentukan karakter dan mempelajari lingkungan. Namun, ketidakharmonisan keluarga menjadi salah faktor penyebab penyalahgunaan narkoba.

Narkoba adalah ancaman besar. Berbagai pihak telah berupaya melakukan pencegahan penyalahgunaan maupun pemberantasan narkoba, mulai dari lingkungan masyarakat, pendidikan, instansi pemerintah bahkan swasta. Penegakan hukum masih belum membuat jera para bandar dan pengedar dalam menjalankan bisnis haram ini. Program rehabilitasi juga tak mampu membendung jumlah penyalahguna yang kian bertambah.

Strategi pencegahan yang jitu untuk menekan angka penyalahguna narkoba, tidak hanya menghentikan supply (penawaran) dan menekan demand (permintaan), atau mengurangi jumlah calon-calon pembeli narkoba baru. Tetapi strategi berbasis ketahanan keluarga sangat besar sekali dalam mengatasi penyalahguna narkoba. Mengigat keluarga merupakan unit kesatuan sosial terkecil dalam suatu masyarakat serta mempunyai peranan sangat penting sepanjang hidupnya dalam membina anggota-anggotanya terutama anak-anak mereka.

Orang tua bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan. Tetapi lebih dari itu, kasih sayang dan pendidikan yang terarah dan tepat merupakan awal keberhasilan sebagai benteng ketahanannya dalam menangkal perilaku yang menyimpang .
Kesalahan pendidikan yang diberikan dan diterapkan dilingkungan keluarga. Akan berdampak pada psikologi kejiwaan seorang anak
yang mudah goyah dengan pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar. Mari bersama perangi narkoba dengan memperkuat ketahanan keluarga.

Pandemi ini adalah saat yang tepat untuk memaksimalkan pendidikan keluarga agar tercipta sebuah keluarga yang berkualitas, generasi-generasi tangguh

Pendidikan keluarga memang harus dilakukan sebagaimana ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang mengingatkan kita agar memelihara keluarga dari api neraka.
Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya untuk mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW. Segala segi kepribadian beliau dapat dijadikan teladan. Termasuk dalam hal melakukan pendidikan keluarga.

Wallahua’lam bishawab.

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.