Stop Bullying Welcome Peace

Oleh : Yuslinawati (Aktivis Forum Muslimah Peduli Umat)

Bullying adalah suatu tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku kepada korbannya, dimana pelaku lebih kuat dari korbannya. Kasus bullying ini biasanya sering terjadi di sekolah-sekolah, dan kebanyakan pelaku adalah teman korban sendiri. Berawal dari sakit hati karena ucapan korban yang kurang berkenan di hati pelaku, maka terjadilah bullying tersebut. Seperti yang dikutip dari Suara Jatim.Id pada Jum’at (24/1/2020) yang terjadi pada jari seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 16 kota malang Jawa Timur, yang berinisial MS harus diamputasi. Jari tengah MS terluka serius dan harus diamputasi karena diduga dibully oleh tujuh orang teman sekolahnya.

Paman MS, Taufik mengatakan dokter memutuskan untuk mengamputasi karena jari tengah MS sudah tidak bisa berfungsi lagi.

“Jarinya sudah tidak berfungsi lagi ujungnya, kami dikonfirmasi bahwa dilakukan amputasi,” kata Taufik, dikota malang jawa timur, selasa (4/2)seperti dilansir dari Antara.

Amputasi dilakukan kemarin sekitar pukul 18. WIB. Tutur Taufik paman MS.

Berbeda dengan kasus yang sering kita dengar, terjadinya bullying karena sakit hati, karena ada dendam kesumat misalnya, kali ini kasus bullying yang menimpa MS sama sekali tidak ada hubungannya dengan perasaan. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala SMPN 16 kota malang Syamsul Arifin, menurut catatan sekolah ketujuh anak tersebut tidak memiliki catatan minor. Menurut Syamsul Arifin “tadinya hanya sebuah candaan dan buliying tersebut tidak disengaja “tuturnya.saat ditemui awak media (31/1/2020).

Tidak hanya MS yang harus kehilangan jari tangannya. Seperti lansir dari Siasatnusantara.Com. Pelajar yang berumur 15 THN kelas 9 Jalan Batu Kapus Hitam Gambir Kecamatan Sidikalang juga mengalami tindak kekerasan terhadap temannya sendiri, terjadinya peristiwa tersebut pada Rabu 05 Februari 2020. Harus kehilangan nyawa seketika itu juga. Diawali saling ejek-ejekan, pelaku SO tidak terima dengan ejekan korban berinisial SPN, yang berujung pada perkelahian sampai akhirnya menghilangkan nyawa korban.

Hidup dalam system kapitalis sekuleris saat ini menjadikan sebagian orang menjadi buta mata hatinya seakan tak memiliki hati nurani sampai tega harus saling menyakiti sampai berujung pada kematian. Dan menjadikan nafsu hanya untuk melampiaskan keinginannya. Sehingga halal dan haramnya segala perbuatan tidak lagi menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Bagaimana islam memandang masalah ini?

Sebagai umat muslim sudah seharusnya kita saling menjaga kehormatan muslim lain, saling menyayangi dan peduli dengan sesama, dan yang paling penting saling mengingatkan ketika ada teman atau saudara kita yang salah dalam melangkah, menasehati dengan cara yang makruf. Karena sesungguhnya sesama muslim itu adalah bersaudara.

Sebagaimana firman Allah
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Di dalam sistem liberalisme kapitalisme saat ini, sangat jarang diadakan pelajaran agama, paling-paling seminggu hanya 2x dipelajari, bagaimana anak-anak generasi saat ini bisa memiliki akhlak yang mulia?

Berbeda dengan Negara Islam (Khilafah) apabila diterapkan dalam satu Negara, sistem pemerintahan khilafah yang memiliki tiga pilar yang akan mampu membina masyarakatnya.

Yang pertama ketaqwaan individu

Setiap individu harus memiliki ketaqwaan yang dimana ketaqwaan ini adalah sebuah kewajiban dan perintah Allah SWT. Dengan ketaqwaan ini, maka segala perbuatan seorang muslim tidak akan berani melanggar hukum syara’, halal dan haramnya perbuatan akan menjadikan standart dalam hidupnya. Salah-satunya buliying yang sering menimpa kaum remaja yang berujung pada kekerasan fisik, tentu ini adalah sebuah dosa besar , Allah dan Rasul sangat membenci perbuatan tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Jiikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri [Al-Araf/7 : 96]

Yang kedua kontrol masyarakat.

Sebagai mahluk sosial yang hidup bermasyarakat sudah seharusnya saling peduli antara satu dengan yang lainya. Saling mengingatkan jika ada masyarakat sekitar berbuat salah, dan saling menasehati dengan kata-kata yang ahsan.
Sebagaimana firman Allah SWT.

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)} [العصر : 1-3]

“Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran, dan (saling menasihati) dalam kesabaran. (Al Ashr: 1-3).

Yang ketiga Pilar Negara.

Negaralah yang akan menerapkan hukum syariah. Peran Negara sangat dibutuhkan seluruh umat. Agar setiap individu-individunya memiliki perasaan yang sama, memiliki pemikiran yang sama dan memiliki peraturan yang sama. Dan yang paling penting adalah penerapan Negara yang menerapkan hukum syariah akan membawa Islam berjaya kembali.

Allah Taala berfirman.
,وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri [Al-Araf/7 : 96]

Persatuan umat sangat diharapkan agar segera terwujudnya penerapan syariah yang berada dalam naungan khilafah, dengan bertujuan menjadikan individu-individunya benar-benar menjadi individu yang bertaqwa.

Wallahu A’lam Bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *