Solusi Semu Tak Mampu Atasi Palestina

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Ainiyatul Fatihah (Aktivis Dakwah)

 

Penderitaan demi penderitaan yang dialami oleh saudara muslim Palestina seperti tak ada akhirnya, apa yang mereka rasakan saat ini seharusnya menjadikan kita sadar untuk bergerak dan berjuang mengakhirinya.

Mereka adalah saudara seiman kita, mereka memiliki Tuhan, Nabi, dan Kitab yang sama. Karena Ibarat kaum muslim satu dengan yang lain adalah satu tubuh.

Ketidakadilan yang dialami mereka seharusnya membuat kita sadar, kecewa dan marah, kaum muslim Palestina harus mengalami berbagai penderitaan dan penganiayaan yang luar biasa, sedangkan kita masih bisa tidur dengan nyenyak.

Dukungan dan kecaman pun mengalir namun semua itu tak merubah apapun, karena dukungan hanya sekedar dukungan, kecaman hanya sekedar kecaman tapi tak membuahkan aksi nyata. Permasalahan yang ada bukan hanya permasalahan dalam lingkup rakyat Palestina saja, tapi sejatinya adalah masalah kaum muslim seluruhnya. Pembelaan terhadap Palestina berarti pembelaan terhadap agama.

Palestina adalah suatu negeri yang tak bisa dipisahkan dengan ajaran Islam, ajaran yang mulia dari seorang yang mulia yaitu Muhaammad SAW. Namun banyak pihak yang menganggap bahwa perjuangan lembebasan Palestina hanyalah gerakan nasionalisme rakyat Palestina saja bukan perkara agama.

Tentu pendapat tersebut menyalahi fakta sejarah, yang menjadikan perjuangan pembebasan Palestina hanya sebagai gerakan nasionalisme rakyat Palestina. Karena Khalifah Umar bin Khaththab ra. telah menaklukkan wilayah palestina dan menjadikan Palestina bagian dari Negara Khilafah Islamiyah, maka sejak saat itu tanah Palestina menjadi tanah waqaf milik kaum muslimin seluruhnya.

Kaum salibis dalam sejarahnya dapat menguasai Yerusalem pada tahun ke- 1099 M dan mendirikan Kerajaan Kristen disana. Namun pada tahun ke- 1187 M wilayah itu mampu direbut kembali oleh pasukan Muslim dibawah pimpinan Shalahuddin al-Ayyubi dalam Perang Hittin.

Dalam sejarahnya, kekhilafahan Islam menjaga dengan sekuat tenaga agar tak ada sejengkal pun tanah Palestina yang jatuh ke tangan musuh musuh Islam.

Sebagaimana Theodore Hertz membujuk dan menyuap Sultan Hamid II dengan sejumlah uang yang sangat banyak untuk mengambil alih tanah Palestina.

Sultan Abdul Hamid II pun dengan tegas menolak dan berkata, “Aku tidak akan memberikan walau sejengkal dari tanah ini (Palestina) karena itu bukan milikku. Tanah palestina adalah hak umat Islam seluruhnya. Umat Islam telah berjihad dan membasahi tanahnya dengan darah-darah mereka.”

Sejarah pun membuktikan bahwa Khalifah Abdul Hamid II telah menjaga tanah Palestina dengan sebenar-benar penjagaan dan tidak tergiur dengan apapun kesenagan dunia yang ditawarkan, beliau menyadari bahwa tanah Palestina bukan miliknya.

Namun, kaum muslimin saat ini lemah tak berbaya dan tak memiliki kuasa untuk mengambil alih tanah Palestina lagi sebagaimana yang telah dilakukan oleh para khalifah dulu, umat islam sekarang ibarat seperti buih dilautan.

Mereka umat islam saat ini tak memiliki junnah atau perisai. Inilah yang menjadi alasan kaum muslimin tak mampu mengambil kembali tanah Palestina. Justru sebagian umat Islam terjebak dengan solusi semu nasionalisme yang ditawarkan dalam penyelesaian masalah Palestina.

Padahal penyelesaian Palestina hanya bisa terwujud atas persatuan umat Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah karena itulah satu-satunya solusi tuntas atasi Palestina, dengan bersantunya umat Islam akan menjadi satu kekuatan yang tak akan terkalahkan dan akan mampu mengambil alih tanah Palestina dari cengkraman zionis israil.

Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.