Solusi Penindasan Umat Muslim

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Imelda Inriani Aktivis Mahasiswa Samarinda)

 

Pembunuhan, pengusiran dan penjajahan dari berbagai negara, seperti yang terjadi di Suriah, Palestina, Rohingya, Kashmir, Uighur, Yaman dan negeri-negeri Muslim lainnya terus terjadi, yang terbaru adalah Muslim di Uighur Cina yang dituduh radikal hingga teroris dan akhirnya berakibat pada reeducation camp yang terjadi di Uighur Cina. (Mediaumat.com,3/10/2021)

Disisi lain sangat nyata tindakan Genosida di Rohingya yang sangat brutal, banyak kengerian, banyak kaum muslimin yang terbunuh, dan ratusan ribu mengungsi. Ini adalah kejahatan kriminal yang tidak hanya dilakukan junta militer, tetapi di bawah pemerintahan Myanmar yang demokratis, tak ada yang bisa dilakukan pemerintah selain beretorika dengan mengecam dan mengutuk tindakan pemerintahan Myanmar tanpa berbuat lebih, dari sini kita dapat melihat bahwa muslim Rohingya butuh perlindungan dan keamanan dalam menjalani kehidupan mereka.

Selanjutnya di Afganistan yang dibawahi okupasi Barat ini merupakan konflik dan kejahatan, masyarakat sipil banyak yang menderita. Saat dinyatakan nasib perempuan lebih baik di bawah Amerika, padahal itu jauh dari kenyataan. Lain daripada itu, Tindakan kejahatan kepada muslim Uighur juga terjadi dikarenakan keislaman dan kekayaan alam muslim Uighur. Ironinya, Malaysia pernah mengembalikan mereka pengungsi Uighur, dengan tuduhan terorisme, sedangkan yang tertinggal di Malaysia, tidak memiliki perlindungan dan harapan. Begitu juga yang dialami oleh rakyat Palestina, karena kependudukan Yahudi di Palestina, penduduk Palestina terjajah, rumah-rumah dirusak, para penghuninya dipenjara, dan berbagai kekacauan lainnya yang terjadi di Palestina. (MuslimahNews.com,5/10/2021)

Berbagai bentuk penindasan terhadap kaum muslimin akan terus terjadi dan tidak akan berhenti hingga adanya pelindung bagi kaum muslimin, namun sampai sekarang belum ada pelindung dan penjamin keselamatan untuk mereka. PBB pun belum mampu untuk mengatasi permasalahan ini, negeri negeri muslim lainnya pun sama mereka hanya peduli pada wilayah mereka saja.

Sebagai saudara seaqidah pastilah kita tergerak untuk menolong dan menghentikan segala penindasan yang terjadi terhadap saudara-saudara kita tersebut, tetapi apalah daya Nasionalisme mengekang siapapun yang ingin mengulurkan tangan untuk memberi perlindungan, Nasionalisme telah memberikan sekat antar negara, sehingga membuat mereka sibuk mengurusi serta sibuk mementingkan kepentingan negaranya sendiri sehingga lupa dan abai terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kaum muslim yang tertindas diberbagai negara.

Eksistensi Organisation of Islamic Cooperation (OKI) juga cukup menjadi bukti ketakmampuannya menyelesaikan penjajahan atas negeri-negeri muslim. Mempertahankan nasionalisme tanpa otoritas tunggal politik Islam internasional juga akan memperpanjang penjajahan negeri muslim.

Itulah sebagian kecil gambaran kondisi kaum muslimin yang tertindas oleh orang-orang kafir penjajah, perlu diketahui bahwa pemaparan diatas hanya sebagian kecil saja, pada kenyataannya kondisi mereka pasti lebih  parah dan sangat memprihatinkan. Melihat berbagai penindasan yang dialami oleh kaum muslimin maka perlu diwujudkannya pelindung bagi umat. Dan satu satunya pelindung hakiki bagi umat adalah kepemimpinan seorang muslim yang menerapkan sistem islam, karena hanya dengan islam lah umat muslim akan terjaga dari segala penindasan, bukan hanya orang muslim yang terjaga dari penindasan bahkan warga non muslim yang mau tunduk terhadap hukum hukum yang diterapkan didalam negara islam juga akan mendapatkan perlindungan.

Kepemimpinan seorang muslim didalam sistem islam disebut dengan khalifah, disini khalifah memiliki dua fungsi yang pertama adalah khalifah sebagai Raa’in dan sebagai Junnah.  Fungsi pertama adalah sebagai raa’in yang memiliki arti sebagai pemimpin, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari). Dalam hadis ini jelas bahwa para Khalifah, sebagai para pemimpin yang diserahi wewenang untuk mengurus kemaslahatan rakyat, akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT pada hari kiamat kelak, apakah mereka telah mengurusnya dengan baik atau tidak.

Fungsi yang kedua adalah sebagai Junnah yakni perisai bagi umat sebagaimana sabda Rasulullah SAW : ”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll), Junnah yang dimaksud dalam hadist ini bukan hanya semata mata menggambarkan pada kondisi perang saja tetapi Lebih mengarah sebagai perisai disegala kondisi, karena seorang imam (Khalifah) menjadi pelindung bagi kaum muslimin dalam memenuhi segala kebutuhan-kebutuhan secara berkelanjutan termasuk disini keselamatan dan keamanan setiap warga negara, Khalifah akan menjamin tidak adanya warga negara dalam islam yang akan mendapatkan penindasan, pelecehan kehormatan, hingga pembantaian sebagaimana yang terjadi di Zaman sekarang.

Perlu diketahui bersama bahwa kepemimpinan seorang khalifah akan benar benar terwujud hanya dengan sistem pemerintahan islam yakni  khilafah. Khilafah disini akan menjamin keselamatan seluruh warga negara islam dengan kekuatan militer yang dimiliki oleh khilafah, hal ini tentunya akan membebaskan penderitaan kaum muslim yang tertindas dan terdzolimi. Oleh karena itu mari bersama sama kita berupaya untuk terwujudnya sistem kepemimpinan islam yang mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.