Solusi Dunia Atasi Covid Perlu Ditinjau Ulang, Akankah Covid Berakhir?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Yauma Bunga Yusyananda (Anggota Ksatria Aksara Kota Bandung)

 

Adanya vaksinasi memang tidak membuat kebal masyarakat dari corona, tetapi keputusan masyarakat untuk libur lebaran dan silaturahim setelah pembatasan lalu lintas pun tetap dilakukan. Hal inilah yang disinyalir sebagai munculnya lonjakan kasus covid di permukiman.

Menteri Kesehatan memprediksi puncak Corona Indonesia terjadi pada Juni 2021. Prediksinya kasus corona ada 50 hingga 1.000 kasus per hari. (health.detik.com 02/06/2021)

Di Cilacap, Jawa Tengah dengan adanya ancaman varian India, layanan rawat jalan RSUD Cilacap cuma tutup 2 hari. Penutupan itu merupakan dampak dari terpaparnya puluhan nakes, setelah tracing dan testing pegawai yang sempat berinteraksi atau merawat 13 ABK Filipina yang terkonfirmasi Covid-19 varian India B.1617.2. ( liputan6.com 24/05/2021)

Padahal jika tinjau ulang, keberadaan virus tersebut masih berbahaya dengan penyebaran yang lebih bermutasi lagi dari yang pertama.

Prediksi baru tentang kehidupan yang benar-benar normal atau true normal yang semula optimis akan berakhir di rentang tahun 2020-2021 kini para ilmuwan menyebutkan bahwa butuh waktu bertahun-tahun agar hidup bisa normal kembali. Karena faktanya setelah vaksin diberikan termasuk di negara berkembang, kasus corona melonjak.

Pakar kesehatan dari London School of Economics Dr Clare Wenham menyebut pandemi COVID-19 selesai di tiga hingga empat tahun ke depan. “Kehidupan normal tidak akan kembali hingga 2024. Diperlukan tiga hingga empat tahun lagi bagi dunia untuk kembali normal,” tegasnya, dikutip dari Daily Star. (health.detik.com 01/12/2021)

Solusi Dunia Masih Perlu Ditinjau Ulang

Dunia belum menemukan solusi nya untuk mengatasi pandemi ini, dunia diminta bersabar dengan situasi yang mengharuskan mereka memakai masker di lingkungannya, mencuci tangan, menjaga jarak hingga masyarakat merasa jenuh dan tidak merasakan kehidupan normalnya seperti sebelum pandemi ini melumpuhkan dunia. Vaksinasi yang diharapkan mampu memulihkan keadaan dengan cepat, nampaknya belum mampu membuat kebal tubuh masyarakat sehingga lonjakan kasus covid terus meningkat. Pakar ilmuwan negara maju pun dengan vaksinnya tetap memprediksi perlu beberapa tahun untuk menormalkan keadaan dengan yang situasi yang benar-benar dikatakan normal.

Masyarakat selalu bertanya, akankah covid ini berakhir? Jika mau jujur, memisahkan yang sakit dengan yang sehat di masyarakat sudah terjadi keterlambatan. Menutup sumber awal mula wabah dianggap tidak bisa karena ada kerja sama tentang pekerjaan atau proyek ekonomi lainnya, dan negara tersebut dinilai sudah aman dari covid. Masyarakat yang tidak bisa mudik mendengar TKA china diizinkan ke Indonesia nampaknya harus mengelus dada, walau ada yang tetap berani melanggar, baik mensiasati dengan waktu pembatasan atau mencari jalan lain.

Masyarakat hilang kepercayaan, seolah covid ini antara berbahaya atau tidak bahaya sudah sedikitnya ada rasa tidak peduli. Ketegasan hukum sangat diperlukan untuk memberikan solusi pasti keberakhiran covid, serta jaminan akan masyarakat yang perlu dibantu akan ekonomi dan kebutuhan hidupnya. Maka sesungguhnya Islam tidak terlambat dalam memberikan solusi pencegahan dan penanganan, namun anehnya dunia masih enggan dan skeptis untuk menggunakan Islam sebagai aturan hidup hakiki. Seolah Islam hanya mengatur kaum muslimin saja, padahal tidak demikian karena Islam adalah fitrah yakni sesuai dengan seluruh ummat manusia termasuk dalam penangan covid.

Islam Tak Pernah Terlambat Mencegah Wabah

Islam pada masa terjadinya wabah tha’un yang sudah mahsyur, Islam menutup sumber wabahnya dan memisahkan antara yang sakit dan yang sehat, serta Islam mengurus masyarakat yang berada di sumber wabah agar terpenuhi kebutuhannya. Untuk masyarakat diluar sumber wabah tetap dapat beraktivitas seperti biasa, karena kran penyebaran sudah di tutup terlebih dulu dengan tidak memandang kerugian ekonomi atau asas manfaat, tapi Islam memikirkan keberlangsungan ummat agar mampu tetap seimbang dan sejahtera. Sangat memuaskan akal serta menentramkan hati jika kita menggunakan Islam sebagai jalan kehidupan, karena Islam bukan sekedar agama namun pedoman yang mampu mengatur segala aspek kehidupan sesuai aturan Ilahi.

Wallohu’alam bi ash shawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.