Sistem Sekuler Kapitalis Membuat Rakyat Apatis

Oleh : Ani Ummu Khalisha (Aktivis Muslimah Peduli Negeri)

Di tengah terungkapnya mega korupsi yang terus bertambah, kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo,Jawa Tengah menambah kehebohan masyarakat. Dengan dipimpin oleh dua orang yakni Toto Santoso yang ia menyebut dirinya sinuhun dan Fanny Aminadia sebagai ratunya. Dimana kedua orang ini bukan suami istri. Mereka mengklaim sebagai penerus kemaharajaan nusantara Majapahit. Pengikut Kraton Agung Sejagat juga sudah ratusan. Dengan syarat harus membayar 3juta rupiah jika ingin masuk sebagai anggota Kraton. Para pengikutnya juga di janjikan akan diberi gaji dolar, serta diangkat jadi menteri dan kehidupan yang lebih baik. Berdasarkan temuan ini polisi menyatakan bahwa Keraton Agung Sejagat ini ada indikasi penipuan dan berlatar ekonomi. Dan kini dua orang pemimpinnya sedang menjalani proses hukum di Polda Jawa Tengah.

Jika kita mengingat di Indonesia fenomena seperti ini sudah berulangkali terjadi, seperti munculnya Kerajaan Ubur-Ubur di kota Serang, Banten pada tahun 2018 lalu. Kerajaan Ubur-Ubur ini didirikan oleh sepasang suami istri berinisial AS dan RC pasangan tersebut mengaku mendapat wangsit untuk mendirikan kerajaan dan membuka kunci kekayaan dunia. Namun untuk membuka kunci kekayaan dunia mereka harus melakukan ritual-ritual ala kerajaan ubur-ubur yaitu membaca do’a dan dzikir setiap kamis malam hingga jum’at dini hari sekitar 04.00 dengan pemandangan-pemandangan yang tidak lazim. Akhirnya karena warga melaporkan keberdaannya kepada pihak berwajah. Hal ini karena terjadi sudah membuat resah warga dengan keberadaan kerajaan ubur-ubur.

Tak kalah heboh saat Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) di Kalimantan, dimana para pengikutnya berangkat meninggalkan keluarga dalam keadaan kebingungan. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pihak mereka dengan terus mendapatkan pendampingan dari para pengurus Gafatar. Lalu mereka wajib mengucapkan syahadat dengan meyakini Ahmad Musaddeq sebagai nabi versi millah Abraham. Gafatar juga memiliki buku yang wajib dibaca oleh para pengikutnya, ada kaset CD deklarasi negara di daerah akta aqiqah, akta pengorbanan hingga tabloid Gafatar yang wajib di baca setiap malam. Akhirnya pada tanggal 13 Agustus melalui kongres luar biasa Gafatar dibubarkan. MUI mengeluarkan fakta sesat bagi organisasi Gafatar, karena dinilai mencampur adukkan atau sinkretisme tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Dan fenomena terbaru hadir dari bandung ada yang disebut dengan Sunda Empire-Empire Earth. Kelompok tersebut viral setelah salah satu akun facebook membagikan foto-foto kegiatan Sunda Empire. Mereka tampak mengenakan seragam militer. Kini kelompok tersebut masih dipantau dan didalami oleh Ditreskimum Polda Jabar. Kombar Hendra Sukartiyono, mengatakan bahwa SE-EE tidak tercantum sebagai organisasi legal dalam Badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangol) kota Bandung.
(Kompas.com Minggu 19 Januari 2020)

Di tengah frustasi sosial ekonomi, kemunculan Kraton Agung Sejagat, Kerajaan Ubur-ubur, Gafatar dan Sunda Empire ini adalah bukti gagalnya sistem sekuler kapitalis dalam memberikan kesejahteraan dan keadilan juga ketenangan. Sehingga kemunculan Ratu adil yang diharap membebaskan rakyat dari penderitaan.Sebenarnya tak hanya di Indonesia fenomena serupa juga menghinggapi beberapa negara modern seperti Jepang dan Amerika. Sebenarnya Ratu adil yang dicipta tidak hanya ada pada orang Jawa. Secara umum namanya gerakan mesianisme dari kata Mesiah, Almasih,Yesus, Isa, merupakan juru damai dan juru selamat bagi mereka.

Di Jepang terdapat sosok Soko Asahara yang empat menggemparkan masyarakat, dulu saat ia ditangkap kemudian para pengikutnya menyebar gas beracun ke tempat-tempat umum. Tapi sebenarnya itu adalah sekte yang ada di negara modern seperti Jepang. Kondisi rakyatnya belum siap menghadapi kehidupan modern maka sosok Soko Asahara untuk melindungi mereka agar mereka merasa tenang sangat dibutuhkan .

Gerakan serupa muncul di Amerika Serikat yaitu sekte Children Of God atau Anak-anak Tuhan pada 1980-an. Orang yang resah kemudian menemukan sosok yang bisa membawa mereka menjadi tenang tetapi hidupnya menyendiri. Setelah itu muncul sekte baru lagi yaitu gerakan Branch Davidian. Pengikutnya David Koresh. Juga mengiming-imingi harapan atau halusinasi tentang surga dan kemakmuran. Terkadang untuk mempercepat jalan masuk surga secara bersamaan mereka meminum racun atau membakar diri dengan diiringi ritual.

(Okezone.com Sabtu,18 Januari 20)

Berdasarkan sejumlah fakta diatas merupakan gambaran nyata keadaan rakyat di Indonesia dan luar negeri yang merindukan kehidupan yang sejahtera adil dan menenangkan. Namun, jika yang dipakainya adalah sistem sekuler kapitalis maka seperti pungguk merindukan bulan, tak akan pernah terwujud. Setidaknya ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya fenomena diatas yaitu :

1. Sistem sekuler yang menjauhkan aturan agama dari kehidupan membuat manusia hidup sesuka hawa nafsunya. Manusia berjalan tanpa aturan yang sesuai fitrahnya. Mereka hidup dengan aturan buatan manusia yang syarat kepentingan. Serta sistem ekonomi kapitalis yang membuat hampir semua aset-aset besar dikuasai para pengusaha atau secara kasar siapa yang punya modal besar maka dia yang akan memenangkan perekonomian. Maka tak heran rakyat kecil semakin tertekan dam tersingkir.

2. Lemahnya aqidah umat membuat begitu mudah putus asa dalam menghadapi persoalan hidup. Tak ada keterikatan hubungan dengan Allah. Standar perbuatannya bukan syari’at. Maka apapun cara akan ditempuh demi menutupi kebutuhan hidup. Walau itu hal yang dilarang oleh syari’at.

3. Lemahnya negara dalam memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku. Sehingga hukuman yang diberikan tidak membuat efek jera apalagi sebuah pencegahan. Juga lemahnya negara dalam meriayah rakyatnya. Negara tidak mampu hadir menjadi penyedia solusi nyata untuk setiap masalah rakyatnya. Sehingga rakyat mencari jalan yang instan.

Solusi jitu adalah Islam
Menghentikan fenomena ini bisa dilakukan dengan menerapkan Islam sebagai aturan hidup,yang memang sesuai fitrah manusia.Islam yang mampu menjaga akidah umat. Serta akan memberikn sanksi tegas bagi para pelaku aliran yang melenceng dari ajaran Islam.

Wallahu a’lam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *