Sistem Kapitalisme Telah Rapuh, Saatnya Terbit Fajar Kebangkitan Islam

Oleh; Miratul Hasanah (pemerhati masalah ekonomi)

Virus pandemi covid 19 terus menggerogoti peradaban kapitalisme yang sudah rapuh.Arogansi kekuatan ekonomi maupun politik mereka saat ini terus mengalami kemerosotan yang signifikan dalam segala aspek juga terus menghantui negara Amerika, Eropa juga china.Resesi ekonomi dunia terus bergulir seiring wabah covid 19 yang tidak tahu kapan berakhirnya.
Saat ini, berbagai strategi kebijakan dalam maupun luar negeri secara kontinyu dibuat oleh negara-negara super power untuk mempertahankan hegemoni ekonomi untuk ketahanan pangan agar terus berada dalam cengkeraman mereka.

Kita dapat melihat bahwasanya kebijakan yang diambil oleh negara-negara kapital adalah dengan menyiapkan berbagai strategi politik bahkan militer dengan mengadopsi strategi seperti keluar dari PD II.Wabah pandemi virus corona ini memang benar-benar menguras energi negara-negara di seluruh dunia, tidak hanya negara maju saja,akan tetapi juga merambah ke negara berkembang lainnya seperti indonesia.Namun yang patut disayangkan adalah bahwa negeri ini tidak hanya membuat kebijakan dari darurat kesehatan saja, akan tetapi juga memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang pada akhirnya berimplikasi pada PHK besar-besaran yang menyebabkan pengangguran semakin meningkat, dan tentunya semua ini berefek pada tindak kriminalitas yang tak terkendali.Apalagi dengan dilepaskannya para narapidana,semakin menambah karut marut negeri ini.Dengan demikian,jika wabah pandemi ini tidak segera berakhir,dampaknya akan bisa merembet kepada resesi ekonomi global akibat pemberlakuan social distancing yang melahirkan krisis ekonomi seperti yang terjadi pada tahun 1998.Bahkan bisa lebih parah lagi tidak terkecuali Indonesia.

Banyak analisis telah dibuat ditengah pandemi saat ini.Termasuk diantaranya kabar yang dilansir dari detik.com bahwasanya dana moneter internasional (IMF)memproyeksi pertumbuhan ekonomi dunia akan mengalami kontraksi.Hal ini karena ekonomi negara-negara besar terjangkit”virus corona”.Amerika Serikat (AS) telah menggelontorkan stimulus perekonomian hingga ribuan triliun, demi menjaga sistem keuangan agar tetap stabil. Pertumbuhan ekonomi china juga tersengat corona dan diproyeksi akan merosot ke level 1,2% ,sama suramnya dengan negara lain. Selain china, negara Eropa Jerman dan Ingggris juga akan mengalami penurunan perekonomian.Jepang juga akan mengalami tekanan pada perekonomiannya tahun ini. Belum lagi apa yang disampaikan menteri keuangan Sri Mulyani,dalam paparan pada hari jumat (17/4/2020)kemarin, mantan direktur bank dunia itu mengungkapkan bahwa perekonomian dunia akan mengalami kontraksi yang sangat dalam tahun ini. Dengan sejumlah lembaga memangkas signifikan proyeksi perekonomian dunia dalam waktu singkat akibat pandemi covid 19.”pengangguran terus meningkat tajam di berbagai negara.Semua negara double digit growth penganggurannya,”kata Sri Mulyani.Ia menambahkan pada sektor ekonomi menurun tajam akibat adanya social distancing, sehingga mobilitas manusia berkurang.

Itulah berbagai dampak yang ditimbulkan, yang bisa berujung pada terjadinya resesi ekonomi global yang bisa jadi akan mengantarkan pada keruntuhan ekonomi kapitalisme yang sejatinya sudah rapuh.

Lalu pertanyaannya, sistem apa yang bisa menggantikannya?

Tidak lain adalah sistem Islam.Sebuah sistem yang paripurna serta hadir sebagai rahmat bagi semesta alam.
Sesungguhnya hanya sistem Islam sajalah yang mampu memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, karena sungguh Allah SWT telah berfirman;
ان مع العسر يسرا
Yang artinya; “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan-kemudahan”. (Qs. Asy-syarh; 6).

Syariah Islam datang tidak hanya mengatur dari segi ibadah spiritual semata, akan tetapi sekaligus sebuah sebuah ideologi yang shohih dalam rangka melahirkan peraturan hidup untuk mengatasi berbagai problematika kehidupan.

Oleh karena itu, dengan sistem politik yang tersentralisasi dibawah kepemimpinan seorang khalifah yang memiliki wewenang untuk membuat kebijakan demi kemaslahatan rakyat, maka khalifah bisa melakukan pencegahan terhadap adanya resesi ekonomi dengan subsidi silang, yaitu mekanismenya dengan menjadikan wilayah yang surplus bahan pangan membantu wilayah yang kondisinya defisit atau minim bahan pangan karena disebabkan paceklik, bencana alam maupun disebabkan karena wabah.

Tidak hanya itu saja, dengan sistem pertukaran yang menggunakan mata uang emas dan perak, terbukti menjadikan sistem ekonomi lebih stabil.Begitu juga larangan bagi seluruh aktivitas muamalah yang mengandung unsur ribawi akan meniadakan bubble ekonomi yang telah nyata menyebabkan terjadinya krisis multidimensi yang membawa pada kesengsaraan umat manusia.

Maka dari itu,dengan rapuhnya sistem ekonomi kapitalisme hari ini, sudah saatnya kita kembali kepada sistem yang diturunkan oleh Allah SWT,niscaya kebangkitan Islam tidak lama lagi dan cahaya peradaban Islam akan menggeser posisi ideologi lain yang hanya tinggal menunggu waktu keruntuhannya.
WaAllahu a’lam bi ash-showwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *