Sinyal Kemenangan Dari Hagia Sofya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Raihun Anhar

Hagia Sofya atau Aya Sofya adalah salah satu bangunan terindah serta bersejarah di dunia yang berada di Negara transkontinental Turki yang berada di persimpangan benua Asian dan Eropa tepatnya di kota Istanbul, melambangkan kekuasaan dua peradaban dunia yaitu Romawi dan Islam. Hagia Sofya pertama kali dibangun oleh kaisar Bizantium Justinian I pada abad ke-6 atau 537 masehi yang pada saat itu menjadi katedral terbesar didunia, kemudian pada tahun 1453 ia beruba menjadi masjid setelah Konstantinopel (Turki sekarang) di taklukan oleh panglima perang islam terbaik yaitu Sultan Muhammad Al Fatih yang telah membelinya dari orang Kristen yang telah tercantum dalam Mahkamah Agung Turki, setelah itu pada tahun 1935 ia berubah peran menjadi museum oleh Mustafa Kemal Attatur. Dalam bangunan ini terdapat mozaik-mozaik peninggalan Romawi sehingga saat dijadikan masjid semua mozaik itu di tutupi, bangunan ini terdiri dari dua lantai dengan tinggi bangunan 56 meter panjang 82 meter, serta lebar 73 meter, saat ia berubah menjadi masjid bangunan ini diperindah lagi dengan kaligrafi-kaligrafi karya arsitek terbaik pada masa itu dan di tambah 4 menara, kaligrafi bulat besar dalam Hagia Sofya terdiri dari 8 yang pertama nama Allah, kedua Rasul Muhammad SAW, kemudian 4 khalifah dan 2 cucu Rasul dan mungkin sekarang sudah di tambah lagi. Dalam bangunan ini juga terdapat perpustakaan.

Berada di tempat terindah dimuka bumi membuat Hagia Sofya sangat terkenal dan bukan hanya itu tetapi ia juga menyimpan sejarah peradaban islam pada masa kekhilafaan Utsmani. Setelah 86 tahun menjadi museum, sekarang beralih fungsi juga menjadi masjid oleh presiden Turki Recep Tayyib Erdogan. Karena keindahannya juga membuat Sultan Ahmed I ingin membangun masjid yang tak kalah indah untuk membuktikan pada dunia tentang kekuatan besar islam dengannya membangun Masjid Biru yang berlokasi tak jauh dari Hagia Sofya dalam kota yang sama juga dengan 6 menara yang berdiri menjulang. Hagia Sofya telah mengalami renovasi beberapa kali namun nilai-nilai sejarah tetap dijaga. Sehingga membuat siapapun yang pergi ke Turki untuk mengetahui tentang sejarah bangunan tua yang indah serta bernilai sejarah yang merupakan symbol kekuasan peradaban islam. Di tahun 2020 saat dunia dilanda wabah virus corona sejak akhir tahun 2019 hingga sekarang, saat manusia stress dengan berbagai masalah yang menimpah manusia, Allah menghibur kita dengan memberikan kabar gembira bahwa Hagia Sofya kembali menjadi masjid dan pertama kalinya lagi suara adzan terdengar dari padanya. Melihat video yang dibagikan di social media, warga muslim Turki menangis terharu dan senang karena bisa beribadah lagi di sana yang sudah selama 86 tahun tak mendengar adzan disana dan tak bisa shalat disana. Selam 86 tahun, jika ingin masuk kedalam harus bayar tiket namun sekarang hanya berwudhu kita bisa memasukinya.

Menjadi isu trending yang diperbincangkan dunia saat ini dan menambah semangat juga buat para pejuang yang memperjuangkan agar peradaban islam yang tersembunyi dibalik sejarah Hagia sofya. Kaum kafir makin kepanasan dengan kabar ini seperti yang terjadi terhadap Amerika, Rusia, dan Uni Eropa tidak merestuinnya kerena mereka takut kaum muslim akan bersatu lagi seperti dulu dan mengalahkan mereka serta tidak membiarkan mereka kaum kafir menjajah kaum muslim lagi seperti yang menimpa saudara kita di Palestina, Myanmar yang terlunta-lunta di tengah lautan dalam keadaaan lapar dan haus, Uyghur yang tak terdengar lagi kabar darinya, dan termasuk kita di Indonesia yang sibuk memerangi Khilafah dengan Khilafaisme. Amerika Serikat lewat NIC (National Intelligence Council) sejak tahun 2004 dalam laporan yang berbentuk dokumen yang berjudul Mapping The Global Future telah memprediksi bahwa pada tahun ini atau 2020 akan muncul kembali Khilafah yang akan mengalahkan hegemoni mereka di negeri-negeri kaum muslim.

Prediksi ini bukan main-main NIC adalah pusat informasi dan pemikiran strategis jangka panjang Amerika Serikat Negara super power saat ini yang belum ada yang mengalahkannya. Badan ini bertujuan untuk memberikan para pemimpin informasi terbaik.

Kekhilafaan oleh Barat diangap sebagai tantangan yang menakutkan bagi mereka maka jangan heran jika khilafah di tantang habis-habisan di Negara-negara yang dibawah kepemimpinan Amerika termasuk Indonesia. Kabar Hagia Sofya kembali menjadi masjid memunculkan kesadaran di tengah-tengah kaum muslim dan ketakutan besar oleh kafir Barat. Jadi kita lihat lagi kira-kira apa yang mereka perbuat untuk menghalangi Khilafah, apakah mereka akan meminta Presiden Turki untuk menjadikan Hagia Sofya menjadi museum lagi ataukah apa?. Jadi ayolah kaum muslim luruskan barisan dan bersatulah dalam kalimat tauhid untuk mengembalikan Khilafah kembali ke dunia untuk mengalahkan Amerika Serikat dan mendudukan system kufur kapitalisme yang berasas pada sekularime (pemisahan agama dari kehidupan) yang mentuhankan kebebasan (liberal) dalam perbuatan yang telah menghancurkan kaum muslim dan generasi kaum muslim seperti di Indonesia saat ini siswa-siswi SMP melakukan pesta seks yang membuat mereka kehilangan keperawanan dan keperjakaan mereka, merusak akhlak mereka dengan tontonan-tontonan yang tidak baik seperti “Dari Jendela SMP” sebelumnya “Dua Garis Biru” dan masih banyak tontonan yang unfaedah. Yuk selamatkan generasi muda muslim dari virus sekularisme dengan kembalikan Khilafah ke dunia dengan mempererat ukhuwah/persatuan untuk meraih kemenangan islam. Bersatu kita teguh bercerai kita berantakan. Maka kesatuan kaum muslim sangatlah penting untuk meraih kemenangan islam dan mengalahkan Amerika Serikat. Sinyal kemenangan telah datang adzan di Hagia Sofya telah dikumandangkan raihlah kemenagan dengan bersatu dibawah panji-panji islam (aliwa dan arrayah) dalam naungan Khilafah ala minhaji nubuwah (Khilafah yang mengikuti metode kenabian).

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.