Sihir Pornografi Malapetaka Hancurnya Generasi

Oleh: Afiyah Rosyad

Baru-baru ini hangat mencuat berita foto bugil Tara Basro di media. Tara Basto sendiri yang mengunggah fotonya. Tentu hal tersebut menjadi sebuah isu kontroversi di negeri ini. Mengingat negeri ini menjunjung hak asasi.

Pemerintah sendiri merestui aktivitas pengunggahan foto tersebut. Pasalnya hal itu tidak termasuk dalam pelanggaran UU ITE.

Detiknews (05/03/2020) memaparkan bahwa Menkominfo Johnny G Plate menegaskan foto yang diunggah Tara Basro di media sosial tidak melanggar UU ITE. Johnny menyebut foto tersebut merupakan bagian dari seni karena sebagai bentuk menghormati terhadap tubuh sendiri.

Kasus ini bukan kali pertama terjadi di negeri ini. Pornografi adalah sihir yang menghanyutkan penduduk negeri. Ditambah kelonggaran pemerintah dalam menangani kasus ini.

Pornogragi menjadi magnet di sistem kapitalis yang menjunjung hak asasi. Dengan dalih kebebasan berekspresi, maka sah-sah saja menjadi hamba pornografi.

Banyak bertebaran di media tayangan-tayangan yang tak layak ditonton. Adegan romantis yang kebablasan menjadi suguhan dalam sinetron, film, video klip, you tube, dan medsos lainnya. Tentu hal ini diketahui oleh petinggi negeri.

Di sistem kapitalisme, HAM menjadi dalih untuk menyuburkan kemaksiyatan. Salah satunya dengan sihir pornografi. Manusia bebas berzina kapan saja asal suka sama suka. Boleh juga mereka mengunggah foto-foto seksi yang mengumbar aurot dengan nyata. Bahkan kaum pelangi harus dihormati.

Sihir pornografi menjadi candu yang membuat pelaku atau penontonnya ketagihan. Belum lagi generasi saat ini sudah jauh dari pendidikan moral. Mereka lebih dekat dengan gaya hidup hedonistik. Maka sihir pornografi akan semakin membius dan menyekapnya dalam fantasi seksual.

Tak ayal, generasi masa kini pemikirannya jauh dari aturan-atutan moral dan agama. Yang ada dalam benak mereka hanya bersenang-senang saja. Kenyataannya, pornogragi adalah euforia yang membuat mereka senang.

Sedikit lagi kehancuran negeri akan dirasakan. Seiring dengan sihir pornografi yang menjerat pemikiran generasi. Sihir ini menjadi malapetaka hancurnya generasi dan negeri. Apa jadinya negeri ini jika kelak dipimpin oleh generasi yang gemar pornografi?

Islam Membuat Kehidupan Mulia

Kehidupan ini tidak bebas kemana suka. Islam merancang aturan sedemikian hingga agar kehormatan manusia terjaga. Termasuk dalam masalah menjaga pergaulan.

Dalam tata pergaulan Islam, ada yang namanya menutup aurot. Batas aurot laki-laki dan perempuan juga dijelaskan. Laki-laki tidak boleh menampakkan aurotnya, antara pusar dan lutut. Perempuan lebih tertutup lagi, saat di luar rumah harus menutup aurot sempurna dengan jilbab, kerudung, dan kaos kaki, termasuk tidak bertabarruj.

Islam juga memerintahkan manusia untuk menundukkan pandangan. Agar tidak melihat hal yang tak layak dilihat, seperti aurot. Termasuk juga menundukkan pandangan agar terjaga dari hawa nafsu.

Selain itu, Islam mengatur agar laki-laki dan perempuan tidak ikhtilat (campur baur) dan tidak kholwat (berdua-duaan). Namun, Islam tidak melarang laki-laki dan perempuan berinteraksi dalam hal pendidikan, kesehatan dan muamalah.

Maka jelas, perkara mempertontonkan aurot, meski hanya via foto adalah perkara yang haram. Pornografi adalah aktivitas keharoman yang harus ditinggalkan. Pemerintah wajib membasmi pornografi sampai akar-akarnya.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *