Si Covid Belum Sirna, Muncul Hepatitis

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh: Agung Andayani

 

Saat ini dunia sepenuhnya belum lepas dari jeratan si covid. Ledakan kasus covid masih masif di Negara Tirai Bambu. Ibu kota China yaitu Beijing, Rabu tanggal 4 Mei menutup puluhan stasiun metro dan rute bus. China juga mengumumkan keharusan kerja dari rumah, hal ini dilakukan sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19.(TRIBUNGORONTALO.COM, 5/5/22).

Si Covid belum kelar muncul wabah baru yaitu Hepatitis misterius yang mengancam jiwa anak. WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun, periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah. Dan jumlah laporan kasus hepatitis terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara. (CNBC Indonesia, 8/5/22).

Dan ternyata Hepatitis misterius sudah masuk ke Indonesia. Dengan ditemukan tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta meninggal dunia dalam waktu yang berbeda dengan rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022. Maka Pemerintah menghimbau warga agar waspada terhadap penyakit hepatitis misterius yang telah menyerang anak-anak.

Hepatitis misterius ini tidak boleh dianggap enteng. Karena penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui. Dan di luar negeri telah melakukan pemeriksaan laboratorium, hasilnya virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit Hepatitis misterius ini.

Maka semestinya semua negara mewaspadai agar tidak berpotensi menjadi wabah yang meluas. Belajar dari pandemi covid, solusi yang diambil masih berat pada ekonomi sedangkan nyawa manusia dinomer duakan. Hasilnya penanganan pandemi covid tidak kunjung reda. Inilah salah satu ciri solusi dari sistem kapitalis, kebijakan yang diambil harus bisa menguntungkan para kapital.

Oleh karena itu solusi yang diambil dalam kasus Hepatitis misterius ini harus mengutama nyawa manusia. Dan tidak boleh lagi menomer satukan para kapital menomer duakan nyawa. Solusi ini hanya ada pada sistem Islam. Karena dalam sistem Islam kesahatan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus disediakan pemerintah kepada semua warga negaranya. Pemerintah harus memberikan layanan dan kualitas kesehatan yang terbaik. Karena satu nyawa manusia lebih penting dari pada dunia dan seisinya.
“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Wallahu a’lam bishawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.