Setengah Juta Lebih Mahasiswa Putus Kuliah, Waspada Ancaman Bagi Bangsa Kehilangan Potensi lntelektual

Oleh : Mira Sutami H ( Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik )

 

Pandemi covid 19 berkepanjangan dan munculnya varian – varian baru membuat seluruh sektor kehidupan terpuruk. Mulai dari kesehatan hingga sektor ekonomi. Lemahnya sektor ekonomi juga berimbas pada dunia pendidikan kita. Bagaimana tidak selain harus belajar daring ada juga imbas yang lebih mengenaskan banyak para mahasiswa harus putus kuliah. Angka putus kuliah mencapai setengah juta orang lebih.

 

Sungguh sangat memprihatinkan potret dunia pendidikan kita ini. Baznas Sri Nurhidayah selaku Kepala Lembaga Beasiswa membenarkan bahwa dari data kemendikbud ristek sepanjang tahun lalu angka putus kuliah di lndonesia mencapai 602.208 orang. Hal tersebut disampaikan Sri dalam peluncuran zakat untuk pendidikan di Jakarta secara virtual.

 

Sri menuturkan bahwa angka putus kuliah terbesar rata – rata angka putus kuliah paling banyak adalah di Perguruan Tinggi Swasta ( PTS ). Angka putus kuliah tahun sebelumnya mencapai 18 persen. Pada masa pandemi merangkak naik menjadi 50 persen. Kondisi ini tak lepas dari bertambahnya penduduk miskin akibat dampak ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat. (jawapos.com, 16/8/2021 )

 

Bila kita tengok lebih jeli memang wajar saja bila banyak mahasiswa yang memutuskan untuk putus kuliah karena dalam masa pandemi perekonomian keluarga terjun bebas. Namun kebijakan pandemi tak mencakup pembebasan biaya sekolah atau kuliah. Karena walau kuliah daring namun UKT tetap harus dibayar seperti ketika kondisi normal. Kebijakan otonomi kampus maka dapat dipastikan pembiayaan pendidikan dan segala yang menyangkut dunia pendidikan di kampus dibiayai mandiri oleh kampus.

 

Maka supaya Universitas tetap jalan salah satunya adalah tetap menarik UKT dari mahasiswa dan bisa jadi malah menaikkan UKT walau pembelajaran berlangsung secara daring. Padahal mahasiswa atau orangtua saja sudah kewalahan dalam bertahan hidup dan juga menyediakan ongkos membeli kuota untuk belajar daring. Bila ditambah harus membayar UKT bisa dibayangkan betapa makin sulitnya hidup mereka. Maka keputusan berhenti kuliah adalah solusinya.

 

Memang dalam sistem kapitalisme tidak semua masyarakat bisa mengenyam pendidikan. Hal ini sudah berlangsung lama sebenarnya. Ibaratnya pendidikan hanya untuk orang kaya saja. Padahal banyak anak orang yang di bawah garis kemiskinan yang mempunyai kecerdasan yang tinggi atau orang bilang dia memiliki otak yang encer. Namun sayang si papa tak dapat merasakan manisnya duduk dibangku sekolah tinggi atau kuliah.

 

Walaupun pemerintah juga telah mengadakan program beasiswa hal ini langsung dinyatakan oleh menteri pendidikan Nadiem Anwar Makarim. Namun faktanya beasiswa tersebut tak bisa memenuhi sasaran. Masih banyak yang belum bisa merasakan beasiswa yang dijanjikan tersebut. Karena banyak prosedur dan birokrasi yang berbelit – belit untuk mencairkan beasiswa tersebut. Bisa jadi beasiswa juga salah sasaran pula. Dan terbukti bukan banyaknya mahasiswa yang putus kuliah gara – gara tak punya biaya dan tak mendapat beasiswa.

 

Kasus putus kuliah ini sebena bila terus menerus terjadi sangatlah berbahaya bagi kelangsungan kehidupan bangsa. Karena itu semua merupakan ancaman kehilangan potensi intelektual generasi kita. Padahal dari para pemuda yang terdidik dan memiliki kemampuan inilah yang dapat memajukan bangsa ini.

 

Namun sayang kehadiran pemerintah dalam dunia pendidikan di sistem kapitalisme sangatlah langka. Bukan hanya berlaku di negeri ini saja namun di negeri maju sekalipun juga sama saja. Karena pada dasarnya pemerintah seperti selalu berpikir untung dan rugi. Jadi mereka akan berupaya menjual segalanya termasuk jasa. Fakta menunjukkan betapa sistem ini abai terhadap generasi. Yang perlu ditekankan di sini apabila tetap ditetapkan sistem yang sama kondisi umat tidak akan berubah sama sekali walaupun puluhan kali berganti pemimpin sekalipun.

 

Langkah yang harus ditempuh umat saat ini supaya kondisi umat berubah secara mendasar adalah dengan kembali kepada sistem lslam. Sistem lslam yang berasal dari wahyu Allah inilah yang akan mampu mengurai masalah umat dan mampu menyejahterakan umat secara keseluruhan individu per individu umat tanpa terkecuali.

 

Islam memandang bahwa pemimpin adalah pelayan umat. Baik dalam kondisi normal maupun tidak. Pemimpin wajib mengurus umatnya dengan sebaik mungkin karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah. Jadi karena sistem yang mencetak mereka adalah sistem terbaik maka pemimpinnya juga adalah pemimpin terbaik pula. Tak mungkin mereka berkhianat terhadap rakyat dan amanah yang dibebankan di punggung mereka.

 

Penguasa dalam lslam harus memastikan bahwa setiap individu memperoleh hak – haknya. Setiap individu akan dijamin terpenuhinya kebutuhan makan, sandang, papan secara tidak langsung oleh negara. Negara akan memastikan terpenuhinya ketiga hal tersebut dengan menekankan kepala keluarga atau laki – laki baligh untuk bekerja agar ke tiga kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi dengan jalan membuka lapangan pekerjaan seluas – luasnya. Bila ada kasus ada laki – laki tua renta, perempuan tanpa ada yang menjamin pemenuhan hidupnya karena tak mempunyai wali, janda terlantar, orang cacat yang tak bisa bekerja sama sekali, anak – anak yatim yang tak mempunya wali maka semua kebutuhannya pokoknya dipenuhi negara. Dan uangnya diambilkan dari kas negara.

 

Sedangkan seluruh warga berhak mendapatkan jaminan langsung dalam hal keamanan, kesehatan, serta pendidikan yang terbaik dari negara. Ini setiap individu akan mendapatkannya secara cuma – cuma. Semua pengeluaran ketiganya diambil dari kas negara. Yang diperoleh dari beberapa sumber yaitu kepemilikan umum yang meliputi SDA yang menguasai hajat hidup orang banyak akan dikelola oleh negara dan akan dikembalikan dalam bentuk langsung atau tidak langsung.

 

Jadi masalah seperti terputusnya kuliah bagi mahasiswa tidak akan ada dalam sistem lslam. Siapapun yang ingin menempuh pendidikan setinggi apapun akan terpenuhi. Ini berlaku untuk setiap orang baik muslim atau non muslim, yang kaya atau yang miskin semua berhak mengenyam pendidikan. Tentu negara akan memberikan layanan terbaik untuk urusan pendidikan ini. Negara akan menyediakan fasilitas terbaiknya gedung tempat pendidikan, buku – buku, laboratorium, perpustakaan, tenaga pengajar terbaik dan terlatih dan lainnya yang menyangkut pendidikan.

 

Dalam kondisi ada wabah maka pendidikan di daerah wabah juga akan tetap bisa berjalan dan negara akan menyediakan jaringan internet misalnya bagi berlangsungnya kondisi belajar mengajar. Juga perangkat tentu juga akan diperhatikan. Hal ini akan terus dipantau oleh pemerintah agar semua pendidikan generasi tak terhambat. Tenaga pengajar pun akan diberikan pembekalan berkaitan dengan metode pembelajaran selama pandemi berlangsung agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tepat sesuai dengan kurikulum yang ada. Pemimpin lslam akan selalu memperhatikan generasi penerus bangsa. Jadi sekecil apapun akan diperhatikan walau dalam kondisi sulit sekalipun. Tidak seperti era kapitalisme dimana orangtua kesulitan memenuhi kuota dan perangkat untuk belajar daring sementara pemerintah tutup mata.

 

Untuk urusan pandemi pun akan tertangani dengan cepat. Dari awal apabila wabah melanda suatu wilayah maka kebijakan lockdown secara total wilayah yang terserang wabah dimana setiap orang dari wilayah tanpa wabah tak boleh masuk ke wilayah wabah. Bagi warga di wilayah wabah dilarang keluar dari wilayah wabah. Selain itu testing akan secepat kilat dilakukan untuk memisahkan antara yang sehat dan yang sakit tentunya. Bagi yang sakit akan segera diisolasi dan diberikan pengobatan terbaik dan sampai pasien sembuh seperti sedia kala. Bagi yang sehat harus segera menjauh dari yang sakit dan dilarang berkerumun. Mematuhi pokes yang ada. Untuk kebutuhan pangan, sandang, dan papan bagi yang sehat akan ditanggung semuanya oleh negara. Dan semua biaya diambil dari kas negara dengan begini maka pandemi akan segera teratasi. Sedang daerah tanpa wabah bisa hidup normal seperti sedia kala.

 

Nah itulah bukti bahwa lslam mampu menyelesaikan seluruh urusan umat. Namun hal itu tak akan mungkin terjadi manakala lslam tidak diterapkan secara totalitas dalam naungan khilafah. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memperjuangkan agar lslam segera diterapkan dalam naungan khilafah agar hidup umat bisa mulia dan berkah. Perjuangan itu harus mengikuti metode rasulullah tentunya.

 

Wallahu a’lam bish shawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *