Serangan Terhadap Al-Aqsha, Duka Serta Luka Umat Islam Sedunia Dan Butuhnya Perisai

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Yafi’ah Nurul Salsabila (Alumni IPRIJA Dan Aktivis Dakwah)

 

Komisi VIII DPR mengecam tindak kekerasan yang dilakukan polisi Israel terhadap warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mesti turun tangan.

“Saya kira PBB dan negara-negara OKI harus turun tangan untuk menyelesaikan kekerasan berdarah ini. Kekerasan ini harus disudahi,” ujar Ace dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

Ace prihatin dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh polisi Israel tersebut. Menurutnya, aksi kekerasan tersebut tak seharusnya terjadi. “Apalagi peristiwa ini terjadi di saat bulan Ramadhan di mana umat Islam Palestina yang seharusnya dapat menjalankan ibadah puasa dan serangkaian ibadah lainnya harus mengalami sejumlah kekerasan oleh tentara Israel,” kata Ace. news.detik.com(10/5/21).

Ace menambahkan Masjid Al-Aqsa seharusnya menjadi tempat yang damai untuk beribadah bagi warga muslim Palestina. Ia mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan tentara Israel. “Bentuk kekerasan apapun harus dihindari. Harusnya Israel menghormati warga muslim yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa. Saya mengecam keras tindakan tersebut,” kata Ace.

Sebagaimana diketahui, bentrokan berdarah antara polisi Israel dan warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa. news.detik.com (10/5/21).

Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim yahudi yang menggugat ke pengadilan. news.detik.com (10/5/21).

Serangan Israel terhadap jamaah tarawih masjid al-quds dan pengusiran terhadap warga syaikh jarrah tidak layak direspon sekedar dengam kecaman oleh OKI dan mustahil diselesaikan dengan resolusi baru oleh PBB membutuhkan kekuatan tentara muslim yang membela kehormatan agamanya dan melindungi saudaranya.

Walaupun tentara bernama Hamas para pasukannya sudah menyerang ke tel aviv Israel sebagai balas dendam terhadap ummat palestina yang diserang tidak menjadikan solusi untuk masalah tersebut, sebab hanya sementara dan bukan hanya sekedar mengecam seperti para rezim muslim di dunia.

Jadi butuhnya solusi yang benar-benar menjaga, melindungi dan memuliakan anak-anak, perempuan maupun laki-laki, bukan sekedar berdoa serta berdonasi walaupun memang hanya itu yang bisa kita lakukan pada saat ini tetapi hanya solusi sementara. lalu apa solusi hakiki nya? Islam pernah menguasai 2/3 dunia dan berlangsung sampai 1900-an tahun Hijriah atau tahun kalender Islam masyallah.

Syariah Islam memerintahkan kaum muslim tidak membiarkan pembantaian umat Islam dimanapun, termasuk di palestina. Karena haram membiarkan pengusiran kaum muslim dari tanah nya sendiri, baik itu rumah, masjid, halaman rumah, market dan lain-lain.

Dalam surah Al-baqoroh ayat 191 Allah SWT berfirman:

وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ

Artinya: dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu(QS.Al-baqarah:191).

Dan dalam Surah An-Nisa ayat 75 Allah SWT berfirman:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

Artinya: Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. (QS. An-nisa:75).

Jadi maksud dari ayat di atas Israel harus diperangi dan diusir dari tanah palestina. Inilah solusi mengatasi kebrutalan yang dilakukan Israel, namun apakah hal itu bisa dilakukan saat ini oleh rezim di dunia islam? tentu saja bisa, tetapi mustahil dilakukan sebab tidak satupun rezim yang dinegeri-negeri Islam saat ini yang menjadikan akidah dan syariat Islam.

Tidak berasas Islam, sebab jihadlah satu-satunya untuk mengusir siapapun yang telah merampas tanah milik kaum muslim termasuk Israel yang merampas tanah milik Palaestina. Mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam itulah khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian merupakan pelindung umat yang hakiki.

Jihad kepada siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum muslim tentu dengan jihad khilafah akan sanggup mengusir Israel dari tanah Palestina sebab khilafah adalah perisai. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang imam itu laksana perisai. dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. tetapi jika memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/azab karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan pada masa kekhilafahan khalifah Abdul Hamid II menegaskan seperti ini “Tak akan ku lepaskan walau segenggam tanah Palestina. karena ia bukan milikku melainkan hak umat Islam, umat Islam telah berjihad untuk tanah ini disirami oleh darah para syuhada. yahudi silakan menyimpan harta mereka, jika daulah khilafah ustmaniyah dimusnahkan suat hari, mereka bisa saja mengambil Palestina. tanpa membayar harganya akan tetapi selama aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku dari pada melihat tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari daulah Islamiyah.”

Khilafah memiliki kekuatan militer dan sumber daya yang akan mampu melindungi negeri-negeri yang tunduk kepadanya dari segala penindasan negara-negara kafir sehingga segala kedzaliman yang terjadi sampai hari ini dapat diakhiri serta kembalinya perisai yang akan melindungi jiwa dan kehormatan kaum muslim ini adalah keniscayaan.

Wallahua’lam bishawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.