Selangkah lagi Menuju Khilafah

Oleh : Ria Pratini – (Aktivis Muslimah Lubuklinggau)

Krisis demi krisis semakin sering terjadi bahkan dengan jangka waktu yang sangat dekat, sekarang krisis ekonomi yang telah melanda berbagai negara di seluruh dunia membuktikan bahwa sistem kapitalisme sudah semakin memperlihatkan kebobrokannya. Masyarakat dunia pun berbondong-bondong menghujat dan menyerukan bahwa sistem kapitalisme sudah tidak layak lagi.

Liberalisme ekonomi yang menegakkan pada minimalisasi peran negara dan pengurangan subsidi dalam segala aspek berpengaruh nyata memiskinkan rakyat. Prinsip Kebebasan ekonomi juga telah menyebabkan sumber-sumber ekonomi penting dikuasai hanya segelintir orang yakni pemilik modal kuat, hal ini menyebabkan terjadinya Kesenjangan antara yang kaya dan miskin.

Sistem kapitalisme yang berasaskan sekulerisme menjadi pangkal masalahnya. Sistem kapitalisme dengan nilai-nilai pentingnya seperti demokrasi pluralisme dan liberalisme selalu memposisikan umat Islam di pihak yang lemah, objek diskriminasi dan menjadi korban. Dengan alasan sekulerisme negara enggan campur tangan untuk melindungi aqidah umat Islam dari ancaman aliran sesat maupun pemurtadan. Dengan alasan sekulerisme aspirasi umat Islam untuk menerapkan syariat Islam di bidang kenegaraan ditolak. Padahal penegakan syariat Islam adalah kewajiban kaum muslim yang menjadi mayoritas di negeri ini termasuk dalam konteks kenegaraan.

Sistem sekuler ini juga lewat mekanisme demokrasi memunculkan pemimpin yang pro Barat. Dukungan Barat kemudian menjadi semacam syarat pokok menjadi pemimpin politik. Sistem ekonomi mahal telah memunculkan pemimpin oportunis yang lebih berpihak kepada pemilik modal yang mendukung kemenangan politik mereka. Pemiliki modal yang kuat tentu tidak bisa dipisahkan dari kapitalisme Global yang didominasi oleh Barat.

Pemimpin yang menjadi boneka Barat ini tentu memposisikan diri mereka bukan sebagai pembela umat Islam, tetapi membela kepentingan penjajah asing. Membela umat Islam dianggap merugikan secara politik, karena mengurangi dukungan Barat.

Disinilah relevansi penegakan Khilafah yang akan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. Menerapkan syariat Islam akan menghentikan campur tangan negara-negara imperialisme Dalam segala bidang yang menjadi sarana penjajahan negeri Islam. Politik dalam dan luar negeri ditunjukkan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan pemilik modal dan negara-negara imperialis. Jadi atas dasar apa kita menolak syariat dan Khilafah Islam?

Tak sedikit jumlahnya orang yang mengatakan bahwa tegaknya kembali institusi Islam adalah sistem Khilafah itu hanyalah mimpi di siang bolong. Yang perlu diketahui seberapapun gencarnya orang-orang tersebut menuding para pejuang syariah dan Khilafah sebagai kaum utopis, mereka tak akan mampu menggagalkan janji Allah yang sudah tertuang dalam al-quran (QS An-Nur [24]: 55), bahwa kemenangan pamungkas akan jatuh ke tangan umat Islam dan kekhalifahan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. akan kembali memimpin dunia (HR Ahmad).

Selain berbekal janji Allah, sesungguhnya tanda-tanda akan semakin datangnya kita pada kemenangan Islam sudah semakin tampak. Salah satunya dapat dilihat dari semakin seringnya topik “khilafah” menjadi pembicaraan serius di tingkat dunia. Fakta lain dapat terlihat dari semakin bertambahnya dukungan umat terhadap perjuangan penegakan syariat dan Khilafah.

Umat butuh solusi. Solusi itu tak akan mungkin berlabuh pada paham sosialisme yang terbukti gagal memimpin dunia. Oleh karena itu, yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita mampu menyadarkan umat bahwa fajar khilafah sudah di depan mata. Tanda-tanda keruntuhan sistem kapitalisme datang silih berganti. Masihkah umat akan diam? Masihkah umat berpangku tangan menyaksikan tanpa ada gerakan untuk mempercepat proses thalab an-nushrah?
Layaklah kita berkata bahwa sebenarnya saat ini kita sedang pada fase menyongsong tegaknya Khilafah yang tinggal selangkah lagi. Harusnya kita tak perlu berkutat lagi pada perdebatan utopis tentang khilafah ‘ala Minhaj an-nubuwwah. yang perlu dilakukan oleh umat Islam adalah menyamakan persepsi, menyatukan tujuan, dan mempersiapkan sematang mungkin tsaqafah Islam. Kita pun harusnya tak perlu berpikir panjang untuk memutuskan turut berjuang agar Pertolongan Allah segera turun untuk umat Islam.

Khilafah adalah janji-janji Allah. Janji Allah itu pasti, dengan atau tanpa kita. yang menjadi pertanyaan, apakah kita hanya akan menjadi penonton atau pejuang?

Wallahu A’lam Bish-Shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *