Sekuler Menyuburkan Islamfobia

Oleh: Agung Andayani

 

Terus berulang penghinaan kepada Nabi Muhammad saw. Dari Prancis menjalar ke London Inggris. Seorang guru di Batley Grammar School, West Yorkshire, Inggris, telah menampilkan karikatur Nabi Muhammad saw di kelasnya. Guru tersebut memakai kartun yang dipublikasikan oleh majalah Charlie Hebdo pada Kamis (25/3) pagi.

Sangat disayangkan masi ada saja yang menampilkan karikatur Nabi saw. Dan ternyata merupakan bagian dari materi mengajar di sekolah. Di negeri-negeri yang menjujung kebebasan. Dengan bangga memamerkan penghinaan ajaran agama atas nama freedom. Kebebasan macam apa ini?

Itulah kebebasan di negeri sekuler. Suatu kebebasan yang menyakitkan yang dipelihara negara. Untuk menjamin kebebasan seorang manusia namun harus mengorbankan kebebasan yang lainnya. Ini membuktikan bahwa masyarakat sekuler menumbuh suburkan islamophobia, memprovokasi muslim agar melakukan tindak kekerasan. Dan endingnya bisa ditebak, muslimlah yang disalahkan. Padahal muslim menjalankan kebebasan ajaran agamanya membela kehormatan Nabinya.

Inilah freedom hakiki ala sekuler sistem kapitalis. Mereka akan melindungi kebebasan siapa saja yang dapat menguntungkan kapitalis. Sebaliknya yang dianggap tidak menguntungkan akan disingkirkan.

Disisi lain ada sistem Islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Diawal tegaknya negara Islam pertama kali tahun 622 M. Ibu kotanya terletak di kota Madina. Dengan penduduk yang beraneka ragam ada yang muslim, nasrani, yahudi, majusi bahkan ateis pun ada. Semuanya dengan bebas dan aman menjalakan keyakinannya tidak ada yang dihina maupun dinodainya.

Sekarang kunci utama ada pada pilihan dan sikap kita. Apakah tetap dalam kubangan sekuler sistem kapitalis. Atau pindah ke sistem yang sudah teruji dan berhasil menerapkannya selama kurung waktu 13 abad ( 622 M – 1924 M). Jawabnya yaitu sistem Islam.

Wallahua’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *