Sekularisme Melahirkan Islamofobia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Heriani (Komunitas Pena Ideologis Maros)

 

Baru-baru ini ada keluarga muslim di Kanada mendapatkan serangan mengenaskan hingga tewas. Penyerangan tersebut terjadi hanya dikarenakan dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Dan yang paling mengejutkan adalah pembunuhan tersebut merupakan suatu hal yang sudah direncanakan.

Dikutip dari news.detik.com. “Ada bukti bahwa ini adalah tindakan yang direncanakan, direncanakan, dimotivasi oleh kebencian. Diyakini bahwa para korban ini menjadi sasaran karena mereka Muslim,” Inspektur Detektif Paul Waight mengatakan pada konferensi pers.

Dari kejadian inipun sontak membuat Perdana Menteri (Justin Trudeau) Kanada, angkat bicara soal peristiwa pembunuhan yang sadis ini. Beliau mengaku ngeri atas kabar kematian empat orang anggota keluarga Muslim tersebut. Trudeau menegaskan bahwa Islamofobia tidak memiliki tempat di Kanada.

Dilansir dari news.detik.com. “Saya ngeri dengan kabar dari London, Ontario. Untuk orang-orang tercinta dari mereka yang terteror oleh aksi kebencian, kami ada di sini untuk Anda. Kami juga ada di sini untuk anak yang masih dirawat di rumah sakit — hari kami tertuju pada Anda, dan Anda akan berada di pikiran kami hingga sembuh,” ucap Trudeau dalam pernyataan via Twitter.

“Kepada komunitas Muslim di London dan kepada warga Muslim di seluruh wilayah negara ini, ketahuilah bahwa kami mendukung Anda. Islamofobia tidak memiliki tempat di masyarakat kita. Kebencian ini berbahaya dan tercela – dan itu harus dihentikan,” tegasnya.

Begitulah apa yang disampaikan oleh pemerintah Kanada, soal pembunuhan tersebut. Terdengar hanya sebagai kecaman dan tentunya tak cukup untuk menghentikan tindak terror dalam menghentikan kekerasan terhadap muslim.

Dari sini umat perlu mencermati bahwa para pemimpin dalam Negara yang berasaskan sekularisme, alih-alih memberi tindakan dalam menangani tindakan kekerasan, akan tetapi hanya memberikan kecaman yang tak berarti sedikitpun bagi keamanan umat muslim.

Karena itu umat mestinya sadar atas kelemahan pemimpin dari Negara sekularisme, yang tak mampu memberikan rasa keamanan hakiki dalam kehidupan.

Maka dari itu, sungguh tak ada jalan lain selain kembali kepada sistem Islam. Karena hanya dalam Islam sajalah kehormatan dan keamanan setiap umat akan terjamin dalam perlindungan Negara, dengan pemimpin yang luar biasa dalam meri’ayah umat.

Pemimpin dalam Khilafah yang disebut dengan Khalifah, adalah satu-satunya pemimpin tunggal  kaum Muslim di seluruh dunia dengan memiliki tanggung jawab yang begitu besar dalam mengurusi urusan umat. Rasulullah Saw. Bersabda;

الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Dalam hadis tersebut jelas bahwa para Khalifah, sebagai para pemimpin yang diserahi amanah dalam mengurus kemaslahatan umat, nantinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak pada hari kiamat, apakah mereka telah mengurusnya dengan baik atau tidak.

Karena itu Khalifah betul-betul akan menjalankan amanahnya dengan sangat baik dengan merasa selalu dalam pengawasan Allah SWT dan takut akan siksanya. Sebab itulah, Khalifah akan senantiasa menjaga dan mengurus umatnya sesuai dengan tuntutan syariah Islam,  dan mengenai masalah keberadaan islamofobia akan diberantas tuntas demi manggapai keamanan hakiki dalam kehidupan.

 

Wallahu ‘Alam Bisshawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.