Rubahlah Hambatan Menjadi Tantangan

oleh : Riris Dwi (Aktivis Dakwah Kampus)

Dalam kehidupan sehari-hari tentulah banyak masalah yang dihadapi oleh manusia. Mulai dari masalah kecil hingga masalah besar. Karena sejatinya manusia hidup untuk menghadapi masalah, jika masalah itu berakhir maka kehidupan manusia itu juga akan berakhir. Artinya manusia itu sudah menghadap Al-khaliq.

Berbagai macam persoalan yang hinggap di kehidupan kita, tentulah banyak pelajaran yang bisa diambil. Tak jarang pula banyak kelalaian, dan perasaan down atau bahkan terpuruk yang dirasakan oleh manusia ketika menghadapi sebuah persoalan yang besar. Tentulah, Allah harus sebagai satu-satunya sumber problem-solving dalam segala aspek masalah kita. Sebesar apapun masalah yang hinggap jauh lebih besar kekuasaan Allah dan kebesaran-Nya.

Dalam hidup bermasyarakat, bertetangga, di lingkungan kampus, sekolah, bahkan dunia maya, tak jarang banyak masalah yang menghampiri kehidupan manusia. Mulai dari persoalan dunia hingga persoalan akhirat yang menjadi persoalan. Dalam diri setiap muslim tentunya wajib untuk menyeru kepada yang baik dan mencegah dari kemungkaran. Seperti yang dikatakan Allah dalam firmannya dalam Quran Surat Ali ‘Imran Ayat 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Arti: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Al-quran dijadikan sebagai rujukan dan pedoman hidup bagi seseorang yang mengaku beriman kepada Allah. Sebaik-baik nasehat adalah berdakwah. Seyogyanya kita sebagai pengemban dakwah yang bergerak di semua kalangan. Harus memiliki pondasi yang kuat, karena bangunan yang kokoh terdapat pondasi keimanan yang kuat. Dalam mendakwahkan islam juga harus menyertakan solusi islam yang yang di diatur dalam syara’.

Karena dalam berdakwah di era millenial, banyak tantangan yang yang membuat kita untuk semakin terpacu, bukan malah menghindar dan takut. Konsekuensi dari keimanan itu akan membuat diri semakin kuat dalam mendakwahkan islam. Walaupun, tantangan dan persekusi dalam berdakwah tidak akan ada habisnya. Karena musuh-musuh Islam tidak akan berhenti untuk menyusun strategi jahat, menyebarkan propaganda-propaganda buruk kepada umat. Dari sini, para pengemban dakwah juga tak boleh berdiam diri. Harusnya menjadi tantangan untuk lebih kreatif, menambah tsaqofah Islam untuk disebarkan kepada lingkungan sekitar. Jadi, untuk para pengemban dakwah Islam. Ada hak-hak umat untuk mendapat kemuliaan islam yang harus kita sampaikan, ada hak-hak umat untuk menerima kebenaran yang harus disampaikan.

Karena berdakwah bukan hanya kewajiban dari ustadz-ustadzah, Kyai dan pemuka agama. Tapi kewajiban ada dipundak setiap kaum muslimin untuk menyampaikan Amar ma’ruf di tengah-tengah kondisi saat ini. Ketakutan dalam berdakwah tidak akan memanjangkan umur kita, dan keberanian dalam berdakwah juga tidak akan memendekkan umur kita. Jadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran pagi segala aspek permasalahan kita di dunia. Semoga kita semua dalam lindungan-nya dan tetap istiqomah dalam barisan gerbong dakwah jamaah.

Wallahu A’lam Bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *