Rezim Kapitalis Bikin Tenaga Honorer Tambah Meringis

Oleh : Heni Andriani (Ibu Pemerhati Umat dan Member Akademi Menulis Kreatif)

Sungguh malang nasib menjadi guru honorer di negeri mayoritas muslim terbesar di dunia. Sudah gajinya kecil jam terbang ngajarnya juga lumayan padat ditambah hal yang membuat sakit hati adalah ungkapan dari Menteri Tjahyo Kumolo bahwa tenaga honorer dianggap sebagai beban pemerintah pusat. Hal ini di
kutip dari laman media online detik. Com.

Sungguh sebuah pernyataan yang tidak wajar oleh seorang pemangku kekuasaan. Karena bagaimana pun tenaga honorer sudah menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negeri tercinta ini.
Bahkan kalau diselidiki banyak tenaga honorer yang kerja mereka tidak digaji demi untuk mencerdaskan generasi bangsa ini.

Mereka rela tinggal di pelosok daerah untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan gaji yang tidak seberapa. Mereka melakukan hal itu semua dengan sebuah rasa kerelaan walaupun apa yang dilakukan tidak sebanding dengan imbalan yang didapatkan.

Tenaga honorer ini tersebar di seluruh Indonesia. Ada yang di perkotaan ada pula yang di tempat terpencil. Namun nasib mereka tidak jauh berbeda masih kurang sejahtera. Bahkan menurut media online kabar Banten. Com sekitar 1800 guru honorer di kota Tangerang Selatan berusaha diperjuangkan. Agar kehidupan mereka jauh lebih baik dan sejahtera.

Kebutuhan pokok masyarakat yang sulit di rezim kapitalis telah banyak menuai luka mendalam. Hal ini dirasakan terutama kalangan menengah ke bawah tak terkecuali para guru honorer. Membanting tulang dari pagi hingga sore bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Anehnya, para pejabat negeri ini lebih suka menyakiti hati masyarakat seperti penghapusan tenaga honorer padahal
Saat ini tenaga honorer di lingkungan pemerintahan tersisa sekitar 438.590 orang , setelah sejak tahun 2005 hingga 2014 ada sekitar 1.072.090 honorer yang telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil melalui berbagai jalur.

Artinya saat ini banyak masyarakat yang sangat membutuhkan pekerjaan yang layak dan gaji serta tunjangan yang sesuai dengan kebutuhan pokok mereka. Kehidupan sejahtera sudah menjadi impian para tenaga honorer ketika sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil (ASN).

Sistem kapitalis membuat kesejahteraan rakyat tidak merata kekayaan hanya berkumpul di kalangan konglomerat semata. Para pejabat banyak yang tidak peka dan simpati terhadap kondisi masyarakat. Berbagai kebijakan hanya menguntungkan para pemilik modal.

Saat ini negara abai terhadap rakyatnya terutama para guru honorer mereka diperkirakan dengan gaji yang rendah. Layaknya sapi perah setelah tenaganya di porsir setelah itu dihempaskan. Berbagai janji pengangkatan jadi ASN yang tak kunjung jua. Ada yang sudah lama bekerja dan mengabdi tetapi tidak kunjung jua jadi pegawai negeri.

Pandangan Islam

Islam memandang bahwa setiap warga negara berhak untuk mendapatkan hidup dan pekerjaan yang layak. Karena kepala negara dalam sistem Islam pemimpin yang takut terhadap Allah Swt sehingga akan berusaha menjadi pelayan yang baik.

Di dalam Sistem Islam, guru sangat dimuliakan. Tanpa mengenal status, pangkat dan jabatannya. Guru akan dihormati dengan imbalan yang setimpal, yang mencukupi kebutuhan kehidupannya.

Tidak ada mekanisme administrasi rumit yang menyulitkan guru. Tidak ada janji-janji manis kenaikan jabatan dan upah yang hanya bualan semata. Tidak ada guru yang tinggal di toilet sekolah. Tidak ada guru yang menyambil menjadi tukang sampah. Islam menyejahterakan para guru.

Setiap pemimpin yg baik dalam Islam akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Di dalam sistem Islam rekrutmen pegawai negara tidak mengenal guru honorer. Karena mereka direkrut sesuai kebutuhan riil. Negara berusaha menjalankan semua pekerjaan administratif pelayanan dalam jumlah yang cukup. Mereka mendapatkan gaji yang layak sesuai jenis pekerjaan.

Untuk menggaji para pekerja diambil dari kas baitul maal. Berbagai sumber daya alam yang melimpah di manfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Ketika kondisi kas negara tidak mencukupi negara akan memungut pajak itu pun sifatnya temporer.

Negara berusaha menyiapkan lapangan kerja bukan hanya yang berkaitan dengan pegawai Negara tetapi semua lowongan kerja disediakan sehingga ASN bukanlah satu-satunya yang diincar untuk jaminan hidup layak.

Sungguh indah hidup dalam sistem Islam hal ini yang menjadi dambaan setiap orang yang beriman. Dalam sistem Islam bukan hanya sejahtera tetapi senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.

Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita untuk mencampakkan sistem sekuler demokrasi dan berusaha memperjuangkan sistem yang mensejahterakan rakyat yaitu sistem Islam dibawah naungan khilafah a’la minhaj nubuwwah.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *