Resesi Menghantui Negeri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh : Yanyan Supiyanti, A.Md (Pendidik Generasi Khoiru Ummah, Member AMK)

Dilansir oleh cnbcindonesia.com (14/7/2020), Pandemi Covid-19 telah membuat perekonomian dunia terpukul, termasuk Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia pun berpotensi mengalami resesi.

Sebagai gambaran, dalam proyeksi terbaru, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi dunia mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) 4,9% lebih dalam dibandingkan proyeksi sebelumnya yakni -3%. Awalnya, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 0,5% tahun ini. Namun, proyeksi terbaru memperkirakan ekonomi Tanah Air akan terkontraksi -3%.

Komentar Politik :

Selain menimbulkan krisis kesehatan secara global, pandemi Covid-19 juga menimbulkan krisis ekonomi.

Di antaranya, karena pengangguran yang meningkat tajam, aktivitas pada sektor ekonomi menurun tajam akibat adanya social distancing, sehingga mobilitas manusia berkurang.

Kerapuhan sistem kapitalisme menyebabkan mudahnya perekonomian dalam negeri maupun skala dunia goncang. Sebab, ekonomi kapitalisme berdiri di atas sektor non riil dan sistem ribawi. Sehingga rentan terjadi resesi ekonomi. Hal ini semakin diperparah karena resesi ekonomi yang terjadi akibat pandemi.

Berkaca pada masa kekhilafahan Umar bin Khattab yang pernah mengalami resesi ekonomi yang hebat. Rakyat Daulah Islam kelaparan massal. Yang sakit pun ribuan. Roda ekonomi berjalan terseok-seok.

Hal pertama yang dilakukan Khalifah Umar adalah tidak bergaya hidup mewah. Makan seadanya, bahkan kadarnya sama dengan rakyat yang paling miskin atau bahkan lebih rendah lagi. Kedua, memerintahkan langsung membuat posko-posko bantuan. Ketiga, Khalifah Umar menyerukan taubat. Meminta ampunan kepada Allah Swt. agar bencana segera berlalu. Keempat, kepada rakyatnya yang datang karena membutuhkan makanan, segera dipenuhi. Yang tidak dapat mendatangi khalifah, bahan makanan diantar ke rumahnya. Kelima, tatkala menghadapi situasi sulit, Khalifah Umar meminta bantuan ke wilayah atau daerah bagian kekhilafahan Islam yang kaya dan mampu memberi bantuan. Langkah keenam adalah menghentikan sementara hukuman bagi pencuri yang mencuri karena untuk menyambung nyawanya. Juga menunda pungutan pajak dan menghentikan pungutan kewajiban zakat pada masa resesi.

Dengan demikian, konsep Islam telah terbukti mengatasi resesi ekonomi secara tuntas, bukan solusi tambal sulam seperti kapitalisme yang diterapkan saat ini. Saatnya campakkan kapitalisme dan terapkan Islam kafah sekarang juga.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.