RAMADHANNYA MUSLIM PALESTINA TANPA PERISAI

Oleh : Muna Rachman

 

Seluruh umat muslim di dunia sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyah. Beragam aktivitas dan rutinitas ibadah di bulan Ramadhan ini dijalankan oleh seluruh umat muslim di seluruh belahan dunia tanpa terkecuali. Berpuasa atau menahan lapar dan hawa nafsu seharian dari waktu imsak sampai dengan maghrib, tilawah Al-Qur’an, i’tikaf di masjid dan banyak kegiatan lainnya yang dijalankan oleh umat muslim demi memenuhi kewajiban dan demi meraih pahala yang berlipat ganda. Semua umat muslim di dunia menyambutnya dengan suka cita. Namun berbeda dengan yang terjadi di saudara muslim kita di Timur Tengah tepatnya di Palestina di daerah Gaza.

Dilampir dari Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/04/2021). Media Palestina melaporkan pada Jumat pagi bahwa tentara Israel melancarkan serangan artileri dan udara di Jalur Gaza.Kantor berita Palestina, Shahab, melaporkan, unit artileri tentara pendudukan di Yerusalem telah menargetkan area di timur, Jahr al-Dik.Tentara israel juga menyerang “Wilayah Timur” di timur Kota Gaza.Rincian kerusakan, korban dan kemungkinan adanya yang terluka dari serangan ini belum dirilis.Rezim Israel bertindak dengan dalih yang diklaim para pejabatnya beberapa jam yang lalu bahwa sebuah roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza dekat permukiman Zionis di sekitar jalur tersebut.

Beberapa pejabat Zionis mengatakan kepada jaringan Arab Sky News bahwa sebuah roket telah menghantam Jalur Gaza di sebuah daerah di Sderot, selatan wilayah pendudukan.Tembakan roket Palestina mengikuti kemartiran seorang pemuda Palestina oleh seorang penduduk kota.Pemuda itu ditangkap dan dibunuh oleh seorang pemukim Zionis di timur Nablus, dekat Yerikho.Sumber lokal Palestina mengatakan Ali Abu al-Khair berasal dari kamp Balata di timur Nablus dan menjadi martir di daerah tersebut.

Menurut Kantor Berita Palestina, selama dua hari berturut-turut polisi Israel juga melarang warga Palestina buka puasa di Masjid Al Aqsa , Yerusalem. Mereka juga menyerang warga Palestina sepulang dari sholat tarawih di masjid, menolak untuk mengizinkan makanan masuk ke dalam kompleks suci bertembok,yang menampung Masjid Al Aqsa dan Kubah Batu bagi jamaah yang ingin berbuka puasa di sana. Dan melarang warga untuk mengumandangkan adzan di hari kedua dan seterusnya.

Pilu yang menyayat kalbu, menahan sesak relung di dada, merintih lirih dan perih mau sampai kapan hati ini terus diiris. Bengisnya para Zionis-Israel selalu melukai mereka yang tidak berdosa. Apa salah umat muslim disana, Ramadhan yang seharusnya khusyuk dalam ibadah, tetapi selalu dirusak, dikotori, didzolimi tanpa takut akan adzab penciptaNya. Mereka saudara sesama muslim yang tidak takut akan kematian, penuh kesabaran dan terus istiqomah dalam taatnya karena mati syahid adalah impiannya. Kekejaman yang dilakukan Israel bukan semata karena perebutan wilayah saja tapi kebencian yang sudah mendarah daging ditambah dukungan dari negara Barat yang akhirnya menguatkan zionis Israel terus menyerbu umat muslim. Banyak negara yang menginginkan perdamaian namun tidak kunjung perdamaian itu ada. Serangan demi serangan terus digencarkan secara brutal. Inilah keperihan yang mendalam yang semestinya menjadi tombak umat Islam seluruh dunia untuk mengajak persatuan yang utuh. Umat muslim harus bisa menggali sampai akar-akarnya dengan tuntas apa yang menjadi akar permasalahan zionis Israel dan sekutu-sekutunya terus menyerang umat muslim di seluruh dunia.

3 Maret 1924, runtuhnya sistem mulia yang menaungi seluruh umat muslim di seluruh dunia dalam bingkai Daulah Islam. Bagaikan anak kehilangan induknya (Ibu) umat muslim terpecah belah, tidak terarah, melebur dengan sistem kufur sampai dengan terjerumus. Generasi sekarang belum pernah menyaksikan Daulah Islam yang menerapkan Islam. Begitu pula generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Islam (Daulah Utsmaniyah) yang berhasil diruntuhkan Barat. Namun, mereka dapat menyaksikan sisa-sisa negara tersebut dengan secuil sisa-sisa Pemerintahan Islam. Mereka juga bisa mencari sumber rujukan sejarah Islam yang shohih dan membaca kitab-kitab Shiroh Nabawiyah. Dengan merasakan bobrok dan kejamnya sistem sekarang, kita juga bisa bandingkan dengan sistem pemerintahan Islam yang kala itu berkuasa. Sejarah sangat jelas terbukti bahwa kala sistem Islam diterapkan, jangankan manusia, makhluk-makhluk yang berada di bumi pun terjaga. Inilah esensi dari apa yang disebut dengan Islam Rahmatan Lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam. Bagaimana dengan yang terjadi di saudara muslim kita di Timur Tengah (Gaza-Palestina) ? Iya, karena tiadanya pemerintahan Islam, setiap Ramadhan Israel secara demonstratif mengganggu kekhusyukan ibadah kaum muslim di sana. Melarang menggunakan Masjidil Aqsha,mengebom jalur Gaza untuk memancing serangan balik dari Hamas. Tidak diterapkannya sistem Islam saat ini menjadikan mereka para zionis Israel dan zionis bengis yang lain semakin merendahkan,memusuhi bahkan menginjak-injak kaum muslim di seluruh dunia. Islam saat ini bisa dikatakan sangat lemah, karena tidak adanya kekuatan yang bisa mempersatukan antara umat Islam yang satu dengan yang lain. Mudah di belokkan pemikirannya, diadu domba dan dijadikan boneka atau agen-agen Barat untuk menghancurkan umat Islam itu sendiri dan saudaranya sesama muslim yang lain.

Bagaimana respon pemerintah AS, setelah pemerintahan Biden ? Terbukti tak berbuat nyata memberi keadilan dalam konflik Palestina. Konflik terus berkepanjangan berlarut-larut jika terus dibiarkan tidak adanya pemersatu umat Islam yang memimpin dunia ini dalam bingkai negara Islam. Siapa yang mampu menyelesaikan masalah ini ? Tentunya umat muslim itu sendiri, dengan komando para tentara Islam atas perintah dan lindungan dari sang perisai atau junnah yaitu sang Khalifah, pemimpin umat Islam untuk seluruh dunia dalam bingkai daulah Islamiyyah. Karena hanya dengan khilafah lah segala kedazaliman para zionis Israel Yahudi bisa ditumpaskan dari bumi suci Al Aqsha. Halal bagi kaum muslim untuk memerangi bahkan mengusir nya. Tentunya dengan bersatu nya umat muslim di seluruh dunia dan mengangkat Khalifah dimuka bumi ini adalah solusi tuntas mengatasi permasalahan kehidupan ini dari taraf kecil (keluarga) sampai dengan Negara.

Bukankah sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an kewajiban umat muslim untuk mengangkat Khalifah dimuka bumi ini , diantaranya seperti dalam QS. Al Fathir ayat 39 dan QS. Al an’am ayat 165 yang bunyinya :

هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَـكُمۡ خَلٰٓٮِٕفَ فِى الۡاَرۡضِ ؕ فَمَنۡ كَفَرَ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهٗ ؕ وَلَا يَزِيۡدُ الۡـكٰفِرِيۡنَ كُفۡرُهُمۡ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ اِلَّا مَقۡتًا ۚ وَلَا يَزِيۡدُ الۡـكٰفِرِيۡنَ كُفۡرُهُمۡ اِلَّا خَسَارًا
“Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barangsiapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka.” (QS. AL Fathir ayat 39)

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ
سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan Dialah yang
menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al-An’am ayat 165)

Dan juga terdapat pada Sunnah (Hadits) lainnya yang menjelaskan bahwa akan ada kekahlifahan yang kedua yang akan berjaya dimuka bumi ini sesuai dengan manhaj kenabian.

Walohu’alam bisshawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *