Raih Cinta Hingga ke Surga

Oleh : Ainiyatul Fatihah (Aktivis Dakwah)

 

Bicara tentang cinta tak mungkin ada habisnya, cinta datang tanpa diminta dan selalu tiba-tiba.

 

Cinta adalah ungkapan rasa suka, sayang, rindu akan seseorang.

 

Namun cinta tak melulu kepada lawan jenis, cinta bisa kepada Allah, Rasulullah, Sahabat dan juga Keluarga.

 

Pandangan masyarakat menyalurkan bentuk cinta adalah dengan jalan pacaran, mereka memandang bahwa pacaran adalah bentuk upaya untuk saling mengenal dan bekal dalam mengarungi rumah tangga. Namun faktanya tidak demikian, mereka yang pacaran 3th 5th 10th tidak menjamin untuk mereka saling mengenal bahkan di waktu yg cukup lama itu tak sedikit yang memutuskan untuk berpisah. Jadi terbukti bahwa pacaran tidak cukup untuk saling mengenal, karena seorang pasangan akan melihatkan sisi baiknya saja.

 

Pacaran adalah aktivitas bathil yang Allah larang dan aktivitas yang tidak Allah ridhoi karena merukan aktivitas yang mendekati zina

 

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً

 

 

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).

 

Aturan Allah untuk ditaati tidak untuk dinego, mendekati saja tidak boleh apalagi berbuat. Naudzubillah

 

Ketika kita tau jodoh adalah takdir maka kita tidak perlu risau akan hal tersebut, karena apapun yang Allah tentukan untuk kita nantinya itulah yang terbaik menurut pandangan Allah.

 

 

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

 

Ayat diatas adalah sebuah kepastian dari Allah. Bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan wanita yang buruk untuk laki-laki yang buruk.

 

Maka dapat disimpulakan bahwa jodoh adalah cerminan diri. Maka ketika kita ingin mendapatkan jodoh yg baik, sibukkan diri untuk perbaikan bukan malah sibuk untuk mencari.

 

Tentu cinta tak memilih untuk bersama dalam batasan waktu, cinta berharap tumbuh selamanya hingga janahNya.

 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري

 

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”.

 

Cinta yang benar adalah cinta yang Allah ridhoi, cinta yang menambah kecintaan kita kepada Allah sang pemilik cinta. Karena cinta yang sesungguhnya adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan kita terhatap apapun dan siapapun.

Wallahua’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *