Refleksi Sang Jemawa

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Riana Ummu Yaya

Di sini…
Berteman tembok dan jeruji
Hening malam laksana kidung tak bersyair
Decak cecak bak orasi tak bermakna

Wajah-wajah pongah menatap gusar
Membaca relung tanpa aksara
Di atas segala kuasa
Di atas segala takhta
Kefanaan yang semu

Duhai semesta
Apakah harus selalu diam dalam tangis
Meratapi duka
Meratapi nestapa
Karena hak telah terpasung

Sekata jadi bencana
Setindak jadi bahaya
Bagi mereka yang terpasung

Tiada lagi kebebasan
Semua terkekang
Dalam rantai arogansi nan jemawa
Mengapa ??

Rahwana sang durjana ketir ditantang militan
Yang tangguh tiada gentar
Melawan segala kezaliman
Menantang kepongahan
Pada jiwa-jiwa yang lemah terkekang oleh rantai kebatilan

Duhai semesta…
Sampaikan pada Rabb kami
Sungguh merindu masanya
Lantak terjungkal sang durjana
Sungguh merindu masanya
Porak-poranda singgasananya

Duhai semesta
Sampaikan pada Rabb kami
Sungguh merindu masanya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *