Pray for Beirut Libanon

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh: Muthiah S.TP, MP. (Pembina komunitas mahasiswi tanpa pacaran)

Umat muslim kembali berduka, pasca ledakan dasyat berkekuatan high explosive pada Selasa (4/8/2020) di Beirut, Libanon. Ledakan yang terdengar hingga ke Siprus (100 mil dari Beirut) itu berasal dari gudang alutsista partainya Iran yang berisikan sekitar 2.700 ton ammonium nitrat. Amonium nitrat ini melepaskan sejumlah gas beracun, termasuk nitrogen oksidan dan gas ammonia. Akibat dari ledakan ini ada sekitar 73 orang tewas dan hampir 4.000 lainnya luka-luka (New York Times).

Al Jazeera merekam video tersebut, menggambarkan situasi mencekam saat itu. Kolom besar asap mengepul dari area pelabuhan, dan gelombang ledakan besar berbentuk kubah melesat di udara. Terlihat pelabuhan laksana gurun, bangunan porak poranda, mobil-mobil berserakan, kontainer bengkok tersebar di jalan raya, Etalase kaca dan jendela seluruh kota hancur. Helikopter yang mengelilingi wilayah pelabuhan berusaha memadamkan api besar. Suara sirene memenuhi udara.

Penyebab ledakan itu masih belum diketahui. Ada pengamat yang mengatakan, bahwa Israel menjadi dalang atas kejadian ini, karena ada sejarah perang saudara yang telah lama terjadi. Yaitu sejak 1975-1990 (Kompas.com). Ada juga yang mangatakan AS yang menjaga konflik antara iran dan partainya yang menyimpan bahan peledak ini, untuk melawan Israel.

Terlepas dari siapa menyebab ledakan ini, sesungguhnya Iran adalah negri muslim yang tak perna sepi dari konflik. Tak ada rasa aman disana, baik secara politik, keamanan, maupun ekonomi.

Apalagi ditengah musibah pandemi corona yang belum juga usai. Krisis terus melanda disana. Utang publik terhadap produk domestik bruto tertinggi ketiga di dunia. Pengangguran meningkat hingga 25%, dan hampir sepertiga penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Sungguh, derita kaum muslim tak hanya terjadi di Libanon. Palestina pun masih membara, suriah tetap menyala, muslim uigur terlunta, di Xinjiang masi terkekang dalam penjara.

Maka, selama Israel bercokol dinegeri muslim menyulut konflik, kapitalis imperialis mencengkram negeri muslim, dan penguasa elit politik menguasai kekayaan negeri, islam tak akan bisa menjadi umat terbaik.

Umat butuh perisai dan persatuan. Dan perisai umat muslim akan terwujud ketika umat muslim bersatu dan meninggikan kalimat Allah dalam kehidupan, sebagaimana kesatuan itu dulu dibawa oleh Rasulullah, dilanjutkan oleh Khulafaurrasyidin, dan berakhir pada bani utsmaniyah.

Akhir kata, “Innaa lillahi wa inna ilaihi raji’un. Pray for Beirut Libanon. Semoga Allah, Malaikat, dan seluruh penghuni langit dan bumi melaknat otak dan pelaku yang membuat makar. Semoga para penguasa diampuni karena lalai dalam melindungi nyawa rakyatnya. Aamiin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.