Politik Liberal Anti Agama Tuntutan Sistem Sekuler

Oleh: Peni Sartika

Sangatlah disayangkan para anggota patai politik islam yang berjuang dalam memperkuat demokrasi hari ini kenapa tidak mereka memperjuangkan islam tapi mereka lupa kalau islam dan demokrasi takkan pernah bisa menyatu ibarat air dan minyak dan faktanya hari ini mereka tidak mempunyai tempat yang istimewa sebab demokrasi tidak hadir untuk kepentingan islam dan karena demokrasi ajaran islam di serang dan ajaran islam diamputasi dinggap berbahaya bagi demokrasi alangkah rugi mereka pejuang demokrasi dan Penghalang islam.

Maka bukanlah sesuatu yang mengejutkan Pernyataan Zulkifli Hasan Padang, (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai jualan surga neraka yang diterapkan saat Pemilu Presiden 2019 tidak relevan lagi, karena ternyata masyarakat lebih membutuhkan kebijakan yang berdampak luas.dibuktikan dengan posisi PAN dalam pemilu lalu hanya mendapatkan posisi kedelapan, padahal partai lain dituding sebagai partai penista agama justru mendapat kan suara terbanyak.

inilah kenyataan yang pahit yang harus diterima ketika sistem sekuler benar-benar telah merasuki umat islam hari ini hingga surga dan neraka dianggap bualan yang tidak harus dikhawatirkan dan dipersiapkan didunia mereka benar-benar melupakan hari perhitungan yang tidak ada keraguan bagi setiap mukmin hanya untuk mengikuti sistem sekuler yang berlaku hari ini akhirat pun di korbankan sungguh memilukan keadaan umat islam hari ini maka jadilah mereka orang-orang yang sekuler mereka menganggap agama hanyalah penghalang kepentingan mereka seharusnya umat islam harus sadar apalagi mereka yang bergerak sebagai wakil rakyat yang tergabung dalam parpol islam bahwa sistem sekuler dan para pendukungnya mereka adalah spesialis untuk terus menghantam islam dan ajarannya.

Di dalam atsmofer Politik Liberal berselogan islam yang tidak lepas dari nilai-nilai dan ide-ide kufur yang mengedepankan kebebasan dan pastinya anti agama mereka telah mampu menyesatkan sebagian umat islam jadilah mereka pejuang hukum jahiliyyah melegalkan LGBT,menghalalkan riba dan berlaku dzalim terhadap ulama tanpa mereka sadari mereka telah menjadi agen-agen barat dan penghianat semua ini terjadi karena tuntutan sekulerisme yang bercekol di negeri-negeri muslim sehingga membuat partai politik islam harus absen mengedukasi umat dan berpindah menjadi agen barat dengan menyesuaikan islam dengan selera pasar ala barat mempromosikan islam moderat.

Lantas bagaimana solusi jitu untuk mengobati Partai politik islam yang telah terjangkit oleh penyakit liberalis dan sekularisme akut hari ini. Tentunya kita harus memahami secara benar bahwa partai dalam islam berfungsi untuk mengedukasi umat agar memahami islam secara benar dan utuh untuk mempersempit kesalahpahaman terhadap islam dan ajarannya dan mengarahkan pilihan umat berdasarkan islam sebagai ideologi yang harus mereka ambil dan mereka perjuangkan dan berusaha semaksimal mungkin untuk memerangi setiap ide-ide kufur dan bathil yang membahayakan islam dan ajarannya.

Maka kesadaran berpolitik hari ini sangatlah penting mengingat kondisi umat yang sedikit demi sedikit menginginkan kehidupan islam yang kaffah dan melihat demokrasi telah benar-benar gagal dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan.

السياسة جزء من اجزاء الشريعة وفرع من فروعها

“Politik adalah bagian dari syariah dan salah satu cabang di antara cabang-cabangnya.”

Alhasil, penting menyatukan Islam dan politik ini. Imam al-Ghazali dalam kitabnya, Al-Iqtishad fi al- I’tiqad, menyatakan, “Agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar…Agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak punya pondasi niscaya akan roboh dan segala sesuatu yang tidak memiliki penjaga niscaya akan musnah.

Ibnu Taymiyah juga menegaskan, “Jika kekuasaan terpisah dari agama atau jika agama terpisah dari kekuasaan, niscaya keadaan manusia akan rusak.” (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, XXVIII/394)[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *