Please, Jangan Jadi Generasi Hedonis dan Liberalis

Oleh: Sahilatul Hidayah

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Subhanallah…luuaaar biiiasaaa, setelah begitu terkaget dengan hadirnya film Dua Garis Biru yang menjadi semacam “kampanye” kebebasan dalam berperilaku di kalangan remaja, kini nambah lagi film begituan yang sejenis. Judulnya Sin. Kalau diterjemahkan bebas artinya dosa. Film yang diangkat dari novel watpadd best seller Faradita ini tayang perdana tanggal 10 Oktober kemarin. Film ini bercerita tentang kisah cinta sepasang remaja yang akhirnya mengetahui terlibat dalam “hubungan terlarang” karena (katanya) sebenarnya kakak adik kandung.

Miris dan sungguh bikin hati teriris. Ternyata Fenomena “hubungan terlarang” yang digambarkan dalam film tersebut beneran ada di tengah-tengah masyarakat kita. Terpampang nyata di depan mata. Remaja gak hanya sekedar pacaran yang kebablasan tapi juga melakukan perbuatan maksiat itu dengan orang yang seharusnya menjadi mahramnya (orang yang haram dinikahi).

Hiks..hiks..hiks..Sedih pake bangets gitu ngeliat fenomena ini. Pastinya muncul dong pertanyaan kok bisa ya jadi kek gitu? Hmm..Faktor pemicu utama hal itu bisa terjadi karena adanya sumber tontonan dan yang tidak lagi menjadi sumber tuntunan. Youtube sebagai tontonan yang paling dinikmati remaja saat ini, ternyata didalamnya bisa dengan mudah ditemuin tontonan seronok mengarah ke porno yang sangat tidak layak tonton.

Belum lagi begitu gampangnya beredar video porno bersliweran di dumay a.k.a dunia maya kita Tontonan yang akhirnya mempengaruhi otak para remaja yang masih ababil ini. Begitupun juga film Sin ini. Adanya semacam “kampanye” gak ada yang salah kok dengan itu.Wuish..gak gitu pastinya ya gaess.

Emang sulit banget ya gaess hidup pada saat sekarang, saat akhir zaman dengan berbagai macam fitnah di dalamnya. Gak mudah pasti buat kamu iya kamu yang yang lagi baca , aku juga sih, untuk ngelawan gempuran pengarus opinian gaya hidup yang semakin hedonis dan liberalis. Gaya hidup serba boleh dan bebas. Dulu opini yang berkembang wajar kali pacaran, ntar gak dapet pasangan lho ya ujung-ujungnya hidup dalam kesengsaraan karena jadi jones (jomblo ngenes). Apaan cobak

Sekarang lebih gawat lagi, satu film yang memberikan pesan pacaran dengan saudara kandung sendiri…Na’udzubillah min dzalik. Pacaran saja itu sudah termasuk perbuatan terlarang dalam islam apalagi dilakukan dengan saudara kandung sendiri. Ish..ish..ish..jangan ya gess. Cobak ketika kita menabrak rambu-rambu larangan lalu lintas di jalan apa yang terjadi?fatal kan kemungkinan terburuk bisa terjadi kecelakaan.Apalagi klo yang dilanggar rambu-rambu larangan aturan yang mengatur kehidupan. Efek kerusakannya pasti akan sangat lebih gede dari itu.

Islam sudah memberikan batasasn yang jelas dan tegas terkait dengan hubungan antara laki-laki dan perempuan, jangan dekati zina. Klo ndeketin aja udah gak boleh maka yang terjadi akan terjaga sekali pergaulan yang terjadi antar keduanya. Klo udah gitu aman terkendali pastinya. Gak akan ada lagi gaya hidup yang hedonis dan liberalis, gaya hidup serba boleh dan bebas yang berujung pada kasus aborsi atau MBA (Married By Accident). Yang ada selanjutnya keberkahan hidup karena hubungan yang terjadi bukan “hubungan terlarang” tapi hubungan halal.Eaaa..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *