Peserta Tes CPNS Tertangkap Membawa Jimat Keberuntungan?

Oleh: Indri Ayu Lestari

“Dua kali ketemu jimat, berupa kertas tulisan Arab gundul sama kayak katapel, kecil,” ujar Ketua Pelaksana dari Udinus untuk CAT CPNS 7 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah, Mohamad Sidiq, kepada detikcom di kampus Udinus, Jalan Imam Bonjol, Semarang, Kamis (6/2/2020).
Sidiq menyampaikan tes berjalan lancar dan tertib karena melewati beberapa tahapan, mulai antrean, body checking, verifikasi manual, PIN register, dan lainnya. Peserta terbanyak dari Kabupaten Tegal dan berjalan sejak hari Sabtu (1/2) hingga hari ini.

Informasi terkait jimat yang dibawa peserta tes CPNS di lokasi tersebut sempat viral di media sosial.
Sidiq mengungkapkan jimat itu didapat petugas dari peserta tes saat body checking pada Senin (3/2).

Zaman sudah modern masih ada yang percaya pada benda-benda mistis? Benda mistis yang dipercaya membawa keburuntungan atau jimat penolak bala hingga kini masih diyakini oleh sebagian masyarakat di jawa.

Kepercayaan seperti itu biasanya adalah warisan dari nenek moyang yang sebagian generasinya adalah orang-orang yang pendidikannya masih tergolong rendah dan orang-orang awam yang ilmu agamanya masih belum sempurna. Padahal andai saja mereka mau belajar tentang ilmu Tauhid lebih mendalam mereka akan menggantungkan segala keinginan dan kepercayaan hanya kepada Allah.
Bahwa Allah memerintahkan kita untuk ikhtiyar yaitu berusaha dengan jalan yang Allah Ridhoi setelah itu bertawakal atau berpasrah.
Jika kita masih percaya pada jimat kita mendustasi kuasa Allah dan kita berbuat syirik yaitu mensekutukan Allah yang merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

CPNS adalah generasi calon penerus bangsa yang berpendidikan seharusnya mereka adalah generasi yang berbuat jujur, berakhlaqul Qarimah dan mengamalkannya.
Dan orang yang membawa jimat adalah ciri orang yang tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Jika kita tidak percaya diri lalu bagaimana orang lain akan percaya pada kita? Disinilah logika seharusnya berperan.
Oleh karena itu mari kita berusaha kemudian berpasrah diri atas hasilnya. Kita gantungkan segala harapan dan keinginan kepada Allah Robbul Ghoni dan Robbul Alamin. Itulah muslim cerdas yang kuat dan taat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *