Peringatan Maulid Nabi 1441 H. Singosari, Kab. Malang: Cinta Nabi Cinta Syariah

Suarainqilabi-Singosari-Kab. Malang- Dalam memperingatihari kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW, Forum Ukhuwah Umat Islam (FUUI) Singosari Kab. Malang menggelar acara tabligh akbar Maulid Nabi bertajuk, “Cinta Nabi Cinta Syariah”, di Aula Restoran Pak Maning, Singosari, Sabtu, (16/11). Dengan menghadirkan Kyai Drs. Muhammad Arifin, Pengasuh Al Andalusia Kota Batu yang dikenal di masyarakat dengan ceramahnya yang jenaka namun tegas.

Pada awal acara Ustadz Muhammad Arifin menjelaskan sejarah singkat Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran hingga wafatnya beliau. Ustadz Arifin juga menjelaskan makna Maulidur Rasul yang berarti proses kelahiran bayi mulia yakni Muhammad bin Abdullah dimana pada saat kelahirannya, paman Nabi yang kafir Abu Uzza (Abu Lahab) sangat senang ketika mendengar kelahiran Muhammad, maka ia merayakannya dengan membebaskan seorang budak.

Karena kebahagiaannya inilah kelak di neraka ia mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad dimana setiap hari Senin panas api neraka yang digunakan untuk menyiksa Abu Lahab dikurangi oleh Allah SWT.

Dijelaskan oleh Ustadz Arifin bahwa ketika akhir hayat Rasulullah SAW beliau mengalami sakit panas, “Kanjeng Nabi selama hidupnya 63 tahun hanya mengalami dua kali sakit, dan pada saat akhir hayat beliau mengalami sakit panas yang sangat parah, ketika adzan subuh tiba para sahabat Nabi menunggu beliau untuk mengimami sholat namun setelah ditunggu beberapa saat beliau tak kunjung datang yang akhirnya mereka mendapatkan kabar bahwa Nabi Muhammad sedang mengalami sakit.” kata Ustadz Arifin.

“Saat Nabi mengalami sakit parah, datanglah tamu yang tidak dikenal oleh Aisyah yang ternyata tamu tersebut adalah malaikat Izrail yang diutus untuk mencabut ruh nabi Muhammad.” Tambah Arifin.

Di inti acara, dengan gaya bicara yang jenaka Ustadz Arifin mengingatkan kepada para tamu yang hadir, “Jika kita umat Islam yang mengaku cinta kepada Rasulullah seharusnya mengikuti sunnah-sunnah beliau, tidak hanya masalah sholat, zakat atau puasa tapi juga dalam perkara yang besar lainnya seperti menegakkan kembali Khilafah Islam.”

Ustadz Arifin kemudian membacakan hadist Nabi SAW, “Aku tinggalkan dua perkara, barang siapa berpegang teguh pada keduanya maka takkan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (Alquran) dan Sunnah-ku”. (HR. Imam Muslim 4425).

“Karena itu jika kita mencintai nabi kita juga harus mencintai syariatnya dengan berpegang teguh kepada Alquran dan Sunnah nabi Muhammad SAW agar kita selamat di dunia dan di akhirat kelak.” Jelas Arifin.

Acara peringatan Maulid Nabi ini dihadiri sekitar 70 peserta dari berbagai latar belakang, dengan antusias para undangan mendengarkan tausiah Ustadz Arifin yang terkadang diisi dengan banyolan. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh ustadz Muhammad Sul’an dan diakhiri dengan photo bersama. [] gsg

Photo Agenda:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *