Perempuan Haid Harus Qada Shaum Bukan Shaum Ketika Ramadan!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Oleh Nisa Rahmi Fadhilah (Member Akademi Menulis Kreatif )

 

Muncul statement nyeleneh di media sosial bahwa wanita haid diperbolehkan melaksanakan shaum Ramadan. Dilansir dari news.detik.com statement ini terpampang di akun instagram @mubadalah.id. Akun tersebut mengunggah pernyataan seorang wanita boleh berpuasa itu dengan sumber tulisan Kiai im di situs mubadalah.id. Dilihat detikcom, tulisan di situs tersebut sudah dilihat 11,6 ribu kali.

 

Setelah dikonfirmasi detikcom, Imam mengakui bahwa dirinya telah mengunggah pernyataan tersebut dilaman facebooknya. Hingga akhirnya setelah muncul berbagai kontroversi ia langsung menghapus unggahannya. Tetapi, walaupun ia telah menghapus unggahannya, tulisan tersebut sudah menyebar dan viral bahkan pernyataan yg dibuat oleh Imam masih terpampang di Instagram.

 

Dikutip dari detik.com unggahan itu menyebutkan tidak ada satu pun ayat Al-Qur’an yang melarang perempuan haid berpuasa. Kemudian, disebutkan juga bahwa hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah ra. dan riwayat lainnya menyatakan bahwa Rasulullah hanya melarang salat bagi perempuan haid dan tidak melarang puasa.

 

Untuk menelaah dan menafsirkan sebuah dalil Al-Qur’an dan hadis Rasulullah, perlu ilmu yang mumpuni, tidak bisa mengandalkan logika manusia saja. Pemikiran nyeleneh tersebut bisa muncul karena mereka menjadikan Al-Qur’an dan hadis Rasulullah sebagai landasan argumentasi mereka, tapi dengan ditafsirkan sendiri. Hal inilah yang sesungguhnya akan mengecoh umat ketika kita tidak memeriksa kembali dalil-dalil yang mereka lontarkan dan menelaah lebih lanjut dalil tersebut.

 

Tentunya, dengan keluarnya statement ini dibantah oleh tokoh Islam. Dilansir dari news.detik.com Menurut Wakil Ketua MUI, hadis dari Aisyah ra. memang menjadi salah satu rujukan soal perempuan yang haid dalam puasa. Hadis dari Aisyah itu disampaikan oleh Imam Muslim. Dalam hadis itu, diceritakan bahwa Aisyah isteri Nabi berkata:

“Kami pernah kedatangan hal itu (haid), maka kami diperintahkan meng-qada puasa dan tidak diperintahkan meg-qada salat.” (HR. Muslim)

 

Ia juga memberikan hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Nabi Muhammad saw. dalam bentuk dialog, beliau bersabda:

“Bukankah wanita itu jika sedang haid, tidak salat dan tidak berpuasa? Mereka menjawab, Ya.” (HR. Bukhari)

 

Dari dua hadis tersebut, menyimpulkan bahwa perempuan yang haid itu tidak bisa berpuasa. Namun, mereka wajib mengganti di hari lain di luar bulan Ramadan. Soal perempuan haid tak boleh puasa pun sudah jadi kesepakatan para ulama. Sehingga, setiap muslim harus mematuhinya.

 

Dilansir dari news.detik.con Ketua PBNU pun sependapat dengan Wakil Ketua MUI. Menurutnya, larangan perempuan haid berpuasa telah ditetapkan dalam ijma ulama. Ia mengatakan jika ada pandangan boleh berpuasa bagi perempuan adalah pandangan yang menyimpang dari ijma ulama. Dia juga menekankan hadis yang melarang perempuan berpuasa saat haid adalah sahih.

 

Sesungguhnya Islam telah menjelaskan secara terperinci bahwa haram hukumnya seorang perempuan yang sedang haid untuk berpuasa. Hal ini didasarkan hadis-hadis sahih dan ijma sahabat.

 

Jadi, tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa perempuan haid boleh berpuasa saat Ramadan. Yang harus dilakukan seorang muslim adalah sami’na wa atha’na terhadap apa yang telah ditetapkan Allah Swt., serta berhati-hati terhadap orang-orang yang hendak memalingkan kita dari pemahaman Islam yang benar.

 

Kewajiban kita saat ini adalah belajar tsaqafah Islam dan hukum-hukum Islam, sehingga kita paham Islam dengan benar dan tidak mudah terkecoh oleh orang-orang yang tampaknya “membela Islam”, tapi sesungguhnya hendak menjauhkan umat dari pemahaman Islam yang lurus. Wallahu a’lam bishshawab.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.