Pemuda Agent of Change, Allah Memujimu Broh

Oleh : Rianti Kareem (Aktivis Islam dari Makassar)

Pemuda adalah aset bangsa yang paling berharga sebab masa depan bangsa ini berada dalam genggaman mereka.

Namun ironisnya, kebanyakan pemuda hari ini tidak menyadari potensi yang dimilikinya, sehingga banyak diantara mereka yang menyia-nyiakan masa mudanya, terjerumus kedalam pergaulan bebas, narkoba, free seks, tawuran dan berbagai problematika remaja masa kini.

Probelamatika remaja di zaman modern ini termasuk masalah terpenting yang dihadapi semua masyarakat di dunia, baik masyarakat muslim maupun non muslim. Hal ini dikarenakan para pemuda dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwa mereka, yang sering menyebabkan mereka mengalami keguncangan dalam hidup. Ditambah faktor dari luar seperti tayangan-tayangan media yang tak medidik, gambar-gambar pronografi yang berseliweran di sosial media, kurangnya perhatian dan edukasi dalam keluarga, serta lingkungan yang abai, terlebih lagi pendidikan agama dan karakter disekolah formal juga tak banyak membantu remaja untuk terbebas dari masalah ini, mereka berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari berbagai masalah tersebut.

Namun sayangnya untuk lepas dari berbagai masalah tersebut tidak mungkin terwujud kecuali dengan kembali kepada ajaran agama dan menerapkannya secara totalitas dalam seluruh aspek kehidupan, baik dari aspek pendidikan, sosial, ekonomi, maupun politik. Penerapan syariah islam secara kaffah (totalitas) merupakan penegak kebaikan dalam masyarakat, sebab terwujudnya kemaslahatan dunia dan akhirat, dan sebab turunnya berbagai kebaikan dan berkah dari Allah SWT serta hilangnya semua keburukan dan kerusakan.

Agama Islam sangat memberikan perhatian besar dalam upaya perbaikan mental para pemuda. Karena generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka adalah pondasi yang menopang masa depan umat ini.

Allah memberikan keistimewaan yang begitu besar kepada para pemuda yakni usia, kesempatan belajar, energi, dan idealisme. Semua itu milik pemuda, bahkan tak hanya itu, Allah SWT memberikan kekuatan intelektual, ingatan dan analisa yang tajam.

Sehingga tak heran jika bung Karno mengatakan “Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia” dan imam Syafi’i berkomentar “Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya. Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan”, Juga pujian Allah dalam Qur’an kepada pemuda, “Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. “(Q.S.Al Kahfi :13).

Namun seluruh pujian diatas hanya diberikan kepada para pemuda/i yang menyadari perannya sebagai agent of change. Sehingga mereka akan senantiasa melangkahkan kaki dan mengarahkan pikirannya menuju arah kebangkitan hakiki yang revolusioner, kebangkitan yang hanya bisa diraih dengan tegaknya din Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Islamiyah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *