Pasokan Gas Melon Jelang Ramadan

Oleh Ami Siti Rohmah (Ibu Rumah Tangga)

 

Dikutip dari Dara, Ketersediaan gas LPG tiga kilo gram dipastikan cukup. Dan jika mengalami kelangkaan mungkin ada masalah dalam pendistribusiannya. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan rutin berkoordinasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) terkait dengan pasokan gas tersebut.

Jadi tidak sampai ada kelangkaan gas di Kabupaten Bandung. Karena setiap bulannya selalu membuat surat untuk penambahan kuota LPG 3 kilogram.

Lain halnya dengan yang ada di Purwakarta, kurang minatnya warga Purwakarta membeli gas melon di pasar murah 30 Mei 2019. Kurangnya warga terkait pembelian gas yang dijual Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan dan Perindustrian (disperindag) setempat, padahal harga murah 16.500 per tabung.

Kurangnya minat warga, karena masih mudahnya mendapatkan gas di sekitar rumah mereka, jadi dalam artian pasokan gas di sini gampang kata Yeni seorang warga di lokasi pasar murah di halaman Kecamatan Pondok Salam kemarin.

Lain halnya dengan sejumlah ibu rumah tangga di Kampung Kalajiwa, Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung Jawa Barat, harus rela mengantre untuk mendapat satu tabung gas ukuran 3 kg karena harga di warung lebih mahal, menurut Wati harga di warung bisa 22 ribu sampai 24 ribu katanya kepada dara.co.id (13/9/2019). Ia menuturkan sudah 2 hari mencari si melon ini sampai keluar desa tapi hasilnya nihil. Dan ketika itu dia berujar tidak bisa memasak dan menyajikan makanan kenkeluarganya, sehingga ia harus membeli nasi bungkus serta lauknya untuk pagi siang sore dan dia rasa pasti akan tekor risiko dapur jika terus menerus membeli di warung nasi.

Bagaimana pemerintahan Islam menghadapi situasi seperti ini.

Hukum Allah jelas dan pasti tidak ada kekurangan dan dapat menyelesaikan problematika kehidupan. Jelas beda dengan hukum yang dibuat oleh manusia. Karena sejatinya manusia hanya makhluk dan pasti mempunyai kelemahan juga bergantung kepada Rabb-Nya. Sehingga jika manusia membuat peraturan tentu akan menimbulkan pertentangan, perselisihan dan sehingga tidak dapat memecahkan problematika kehidupan.

Islam dengan kehidupannya yang berhukum dari Allah sudah pasti akan menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan rakyatnya.

Dengan Islam pemenuhan pokok masyarakat semua bisa teratasi dan terpecahkan karena di dalam sistem Islam tidak mementingkan kepentingan suatu individu melainkan dalam sistem Islam selalu mengedepankan atau memprioritaskan keamanan, kesejahteraan rakyatnya sehingga tidak kurang satu apa pun.

Maka dari itulah kita harus kembali ke hukum sejati manusia yang berasal dari Allah Swt., yang menciptakan alam, manusia, dan kehidupan dan tentunya dapat menyelesaikan berbagai problematika kehidupan.

Wallahu a’lam bishshawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *