Pandemi Hilang Khilafah Datang, Bersiaplah!!

Oleh; Miratul Hasanah (Pemerhati masalah kebijakan publik)

Ujian demi ujian terus saja menghampiri negeri ini.Mulai dari banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, tsunami ,hingga wabah pandemi covid-19 yang kluster penyebarannya terus meningkat. Ditambah lagi dengan UU dholim yakni UU Omnibus Law yang disahkan oleh pemerintah baru-baru ini.Kesemuanya semakin menambah sesak di dada.

Betapa sistem yang diadopsi oleh negeri ini yaitu sistem sekuler demokrasi telah banyak melahirkan banyak kebijakan dholim dan otoriter yang mengundang banyak bencana alam dan bencana kemanusiaan datang silih berganti. Tidakkah kita belajar dari kaum-kaum terdahulu. Mereka ditimpa berbagai musibah akibat perbuatan mereka sendiri.

Allah SWT berfirman;

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya;”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Katakanlah, “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”(Qs.Ar-ruum; 41)

Sesungguhnya hilangnya nyawa seorang muslim lebih berharga daripada dunia seisinya. Akan tetapi, kalau kita bandingkan dengan kondisi saat ini, betapa nyawa manusia seperti tidak ada harganya sama sekali.Kita lihat penguasa hari ini lebih mendahulukan kepentingan para investor terutama investasi aseng dan asing daripada melindungi rakyatnya dari penjajahan atas nama liberalisasi ekonomi. Misalnya saja, ditengah pandemi yang menyebabkan negara hampir jatuh ke jurang resesi, pemerintah malah mengimpor vaksin dan jamu dari china yang diduga mengandung unsur yang membahayakan tubuh manusia. Belum lagi UU cipta kerja yang mengundang kontroversi dan demo besar-besaran dan telah banyak menimbulkan korban dari kalangan buruh dan mahasiswa. Mau berapa nyawa lagi harus dikorbankan untuk mempertahankan sistem demokrasi kapitalisme yang pada faktanya membawa pada kesengsaraan dan penderitaan rakyat.

Tidakkah umat ini ingin kembali pada sebuah sistem yang dahulu telah mengubah peradaban, yakni dari peradaban jahiliyah menuju peradaban emas kejayaan Islam. Sudah waktunya umat ini berfikir cerdas dalam menyikapi fenomena kehidupan yang terjadi sekarang. Jangan lagi kembali melihat kebelakang, kembali menerapkan demokrasi yang slogannya hanyalah ilusi”Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”, padahal nyatanya dari rakyat oleh rakyat dan untuk para cukong dan investor yang semakin menambah kehancuran negeri ini. Rakyat sengaja dimiskinkan secara struktural, sistematis dan terencana. Contohnya dengan disahkannya UU Omnibus Law cipta kerja, justru membawa Indonesia keluar dari mulut harimau masuk ke mulut singa, keluar dari cengkeraman imperialisme Amerika masuk ke cengkeraman penjajahan china.
Benarlah firman Allah SWT;

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Artinya;”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Qs.Al-baqarah; 214)

Saatnya khilafah memimpin dunia
Desember 2004 lalu, National Intelelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul, “Mapping the Global Future”. Dalam laporan ini diprediksi empat skenario dunia tahun 2020 yaitu salah satunya adalah A New Chaliphate: Berdirinya kembali Khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global Barat.

Islam sebagai agama sekaligus ideologi, telah begitu nyata mampu menyelesaikan problematika umat manusia berabad-abad lamanya dengan sangat gemilang. Sistem khilafah Islam juga mampu menyatukan 2/3 dunia dibawah naungan panji-panji Islam. Walaupun pada masa khilafah tidak dipungkiri adanya bencana alam maupun wabah, akan tetapi bisa dengan penerapan hukum Islam mampu diatasi dan banyak nyawa manusia bisa terselamatkan.Ini mengacu pada firman Allah SWT;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

;”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Qs.Al-a’raff; 96)

Demikianlah, bahwasanya ketika kita mau kembali pada syariah-Nya, maka yakinlah bahwa semua kemudharatan yang terjadi saat ini termasuk wabah pandemi akan diangkat oleh Allah dan digantikan dengan turunnya keberkahan dari langit dan bumi. Oleh karena itu, mari kita rapatkan barisan untuk menyongsong musim semi yang sebentar lagi akan datang serta fajar khilafah yang akan kembali terbit menerangi dunia dengan cahaya Islam.
WaAllahu’alam biash-showwab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *