Palestina Kembali Diserang, Khilafah Solusi Tuntas !

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Oleh : Nabila Sinatrya

 

Israel Kembali menyerang warga palestina di Masjid Al-Aqsa. Dilansir dari cnbcindonesia.com/16/4/2022 Di tengah bulan Ramadan ini, pasukan Israel tiba-tiba menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Jumat subuh dini hari (15/04/2022), ketika ribuan jemaah sedang berkumpul di masjid untuk sholat subuh. Direktur Masjid Al-Aqsa, Sheikh Omar al -Kiswani mengatakan aparat menyerbu masjid melewati Pintu Maroko dan menyerang jamaah. Dari peristiwa ini lebih dari 150 warga palestina terluka dan menuai banyak kecaman dari beberapa negara termasuk Indonesia.

 

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, turut menanggapi kekerasan pada Jumat di kompleks Masjid al-Aqsa dengan “mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina”. Mesir dan Yordania juga mengecam Tindakan Israel. (bbc.com/16/04/2022)

 

Sudah kesekian kalinya palestina Kembali di serang oleh Israel sejak tahun 1948 sampai hari ini, bahkan sampai di disebut “never ending story” karena tak nampak ujung dari polemik ini. kebiadaban, perampasan tanah, penindasan bahkan pembantaian pun juga belum ada yang bisa menghentikan sekalipun disekelilingnya ada negeri-negeri yang mayoritas muslim.

 

“upaya” untuk menghentikan konflik palestina dengan Israel terus di jadikan obrolan. Mulai dari perundingan dan pembukaan hubungan diplomatik dengan negeri-negeri muslim untuk melakukan normalisasi. Juga solusi dua negara atau two state solution melalui Dewan Keamanan di PBB yang memiliki posisi penting sebagai organisasi internasional dengan harapan perdamaian antara Palestina dengan Israel bisa terjadi. Namun itu hanya omong kosong ketika meminta perdamaian pada PBB, dimana Amerika sebagai donator utama PBB sekaligus sebagai pendukung penuh Israel dan pemegang kendali Peradaban Kapitalisme.

 

Dalam Kapitalisme menjadikan materi sebagai tolok ukur dalam membuat kesepakatan perjanjian antar negara, segala sesuatu akan dinilai dari untung dan rugi sekalipun harus mengorbankan nyawa manusia. Sistem ini juga menyuburkan penjajahan negara imperialis di negeri-negeri muslim termasuk Palestina. Perdamaian yang ditawarkan tidak akan menyelesaikan persoalan di Palestina, karena untuk mengusir Penjajah Yahudi ini hanya dengan mengirim tentara untuk memerangi mereka. Namun hal ini tidak di lakukan oleh negeri-negeri muslim.

 

Sikap yang seharusnya terhadap Israel yang merampas tanah Palestina sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah : 14 “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin.”

 

Tidak ada pilihan lain selain memerangi dan mengusir Israel untuk membebaskan Palestina dengan jihad. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh Khilafah Islamiyah karena khalifah adalah junnah atau sebagai perisai umat

”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

 

Dengan khilafah-lah yang akan membebaskan Palestina dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Juga para penjajah tak lagi lancang menginjak tanah kaum muslim dengan perjuangan yang sungguh-sungguh agar islam Kembali diterapkan secara sempurna dalam institusi Khilafah. Dari situlah umat islam akan Kembali mulia dan mampu memenuhi janji Allah SWT dengan kembalinya Al-Aqsa ke tangan kaum muslimin. Wallahu a’lam bish shawab.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.