Palestina dalam Derita “Deal of The Century”

Oleh: Tini Ummu Kembar (Komunitas Setajam Pena)

Polemik Palestina tak kunjung usai. Organisasi-organisasi dunia tak mampu menjadi juru damai. Ditengah carut-marutannya keadaan Palestina, pernyataan presiden Amerika Donald Trump dan perdana mentri Israel mengagetkan berbagai kalangan. Kesepakatan abad ini menjadi solusi yang ditawarkan Trump untuk mengatasi perseteruan di Palestina. Hal ini mengakibatkan pro dan kontra di berbagai kalangan negara muslim. Tak terkecuali di Indonesia. Berbagai reaksi dimunculkan umat muslim di Indonesia untuk menolak hal ini.

Dilansir dari mina (17/2/20), Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis(KIBBM) bersama 20 organisasi yang fokus terhadap Palestina melakukan aksi bela AL Quds di depan kedutaan besar Amerika Serikat di jalan Merdeka Selatan.

Aksi tersebut di gelar untuk menyuarakan penolakan terhadap usulan perdamaian Trump yang di namakan “Kesepakatan Abad Ini”. Yang di umumkan presiden Amerika Donal Trump dan perdana mentri Israel Benjamin Nyetanyahu pada 28 Januari lalu. Proyek usulan Trump dengan nama Deal OF The century adalah sebuah kebohongan atas nama kesepakatan dan persekongkolan antara penjajah zionis Israel dengan presiden Amerika Donald Trump. Trump menawarkan membeli kota Al Quds / Baitul maqdis senilai 50 Miliyar dolar Amerika, yang akan di berikan kepada israel untuk di jadikan Ibu kota dan juga akan menghapus hak kembali bagi 6 juta pengungsi palestina ke tanah air mereka.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak rencana pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk perdamaian Timur Tengah dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membantu Palestina meluncurkan upaya negosiasi baru. Dalam pidatonya selama 36 menit di hadapan Dewan Keamanan PBB, Abbas mengkritik rencana AS yang memberikan hampir semua tuntutan Israel dan menyisakan Palestina “kepulauan” wilayah dan negara pada peta terlihat seperti “keju Swiss”.(suaraislam, 17/2/20)

Palestina merupakan saudara muslim Indonesia bahkan seluruh dunia. Masalah Palestina menjadi masalah umat Islam seluruh dunia. Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya.” [HR. Muslim]

Ketidak pedulian umat Islam terhadap masalah Palestina akan semakin membuat kesengsaraan. Kesepakatan abad ini yang dibuat oleh Amerika, justru semakin memberi legiimasi Israel untuk mengeklaim wilayah-wilayah Palestina seluruhnya. Wilayah Palestina semakin luas di klaim oleh Israel, dan penduduk Palestina tersingkirkan.

Hampir semua opini umum dunia menolak Deal of Century. Mahmoud Abbas (presiden Palestina) justru menghendaki campur tangan lembaga internasional dan dunia barat untuk menyelesaikan krisis Palestina. Sikap ini juatru tidak masuk akal, sikap ini harus ditentang. Abbas menganggap Deal of Century bisa merusak ‘solusi 2 negara’. Padahal rekomendasi Barat ini adalah solusi yang bertentangan dengan Islam.

Kesepakatan-kesepakatan yang terus menerus dibuat oleh Barat tidak memberikan efek positif terhadap Palestina. Justru, semakin membuat wilayah Palestina tercabik-cabik menjadi potongan kecil. Solusi terbaik dari permasalah Palestina adalah dengan memberikan naungan kepada umat Muslim Palestina. Karena, akar permasalahan utama terletak pada tidak adanya naungan terbaik yang melindungi Palestina dari ancaman negara-negara penjajah. Solusi terbaik itu adalah mengembalikan kembali kepemimpinan umat Islam dibawah naungan Daulah Khilafah. Mengatasi penjajahan-penjajahan oleh negara-negara penjajah dengan mengirim pasukan terbaik untuk melawan mereka.
Wallahu’alam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *